Rabu 15 Nov 2023 07:20 WIB

Jokowi Sambut Minat Investor AS Berinvestasi di IKN

Jokowi mendorong perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP).

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (14/11/2023).
Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretari
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (14/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik minat para investor dari Amerika Serikat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jokowi pun mendorong agar para investor juga dapat membantu mendorong realisasi sejumlah proyek strategis Indonesia lainnya.

Hal ini disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/11/2023).

Baca Juga

“Saya sambut baik minat investor Amerika Serikat untuk kembangkan IKN Nusantara dan saya ingin dorong realisasi proyek strategis. Investasi kilang petrokimia di Jawa Barat, pengembangan carbon capture storage di Laut Jawa, pengolahan nikel baterai EV dan operasional smelter di Sulawesi Selatan dan Gresik, serta pembangunan panel dan modul surya di Batang,” kata Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Rabu (15/11/2023).

Dalam pertemuan ini, Jokowi juga menyambut baik kesepakatan dalam meningkatkan status kemitraan Indonesia-Amerika Serikat menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

 

“Saya senang, kita telah sepakat untuk tingkatkan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership, dan penting untuk pastikan CSP Indonesia dan Amerika Serikat bermanfaat bagi rakyat dan berkontribusi bagi kawasan dan dunia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jokowi memaparkan sejumlah CSP yang akan dilakukan antarkedua negara di sejumlah bidang, salah satunya kerja sama perdagangan. Jokowi menilai kedua negara perlu menciptakan pembaruan untuk meningkatkan perdagangan, salah satunya melalui perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.

“Ini penting bagi rantai pasok dan kurangi ketergantungan Amerika Serikat terhadap impor RRT, mohon dukungan Presiden Biden untuk terus dorong Kongres AS percepat pengesahan GSP,” ungkap Jokowi.

Selain itu, Jokowi pun menekankan kembali mengenai pentingnya akses pasar yang lebih luas dan inklusif melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diharapkan dapat memfasilitasi kepentingan negara berkembang.

“Saya harap IPEF dapat mengakomodir kepentingan negara berkembang termasuk pemanfaatan subsidi hijau dari Inflation Reduction Act," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga turut mengapresiasi pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Venezuela. Jokowi menilai hal tersebut mampu mengoperasikan kembali perusahaan afiliasi Pertamina di Venezuela.

“Memungkinkan Pertamina, melalui perusahaan afiliasinya di Venezuela Maurel et Prom, untuk kembali beroperasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement