Rabu 08 Nov 2023 07:53 WIB

Coca Cola dan Nestle Dihapus dari Daftar Menu, Parlemen Turki Boikot Produk Pro-Israel

Parlemen Turki geram dengan genosida Israel di Palestina yang menelan 10 ribu korban.

Orang-orang berkumpul saat melakukan protes untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap warga Palestina di luar pangkalan udara militer Incirlik AS di Adana, Turki selatan, Minggu, 5 November 2023. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air saat ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul di sebuah demonstrasi. Pangkalan udara AS di Turki selatan pada hari Minggu.
Foto: AP Photo/Mehmet Sancakzade
Orang-orang berkumpul saat melakukan protes untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap warga Palestina di luar pangkalan udara militer Incirlik AS di Adana, Turki selatan, Minggu, 5 November 2023. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air saat ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul di sebuah demonstrasi. Pangkalan udara AS di Turki selatan pada hari Minggu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Parlemen Turki menghapus produk Coca Cola dan Nestle dari restoran pada Selasa (7/11/2023) atas dugaan dukungan perusahaan untuk Israel di tengah konflik di Gaza. Informasi tersebut diambil dari pernyataan parlemen dan sumber yang menyebutkan kedua perusahaan.

Dilansir Reuters, Coca Cola dan Nestle tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga

“Diputuskan bahwa produk-produk perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di restoran, kafetaria, dan kedai teh di parlemen,” kata pernyataan.

Keputusan itu diambil oleh ketua parlemen Numan Kurtulmus dengan tidak menyebutkan nama-nama perusahaan. Sumber di parlemen mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle adalah satu-satunya merek yang dihapus dari menu.

Sumber tersebut mengatakan keputusan itu diambil sebagai jawaban atas permintaan masyarakat.

“Kantor Ketua Parlemen tidak tinggal diam terhadap kemarahan masyarakat dan memutuskan untuk menghapus produk perusahaan-perusahaan tersebut dari menu kafe dan restoran di Parlemen,” kata sumber tersebut.

Kedua perusahaan telah disebutkan dalam postingan media sosial beberapa hari terakhir oleh para aktivis Turki. Mereka menyerukan boikot terhadap barang-barang Israel dan perusahaan-perusahaan Barat yang disebut mendukung Israel.

Pemerintah Turki mengecam keras genosida dan pembantaian Israel terhadap Gaza dan mengecam dukungan Barat terhadap Israel. Dalam sebulan terakhir, pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10 ribu warga Palestina, termasuk sekitar 4.100 anak-anak.

Ratusan ribu warga Turki turun ke jalan untuk memprotes operasi Israel di Gaza selama sebulan terakhir, serta protes di media sosial.

Baca juga : Ini Hubungan Nestle dengan Israel yang Membuatnya Diboikot

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement