Kamis 02 Nov 2023 08:00 WIB

BUMN Sukses Bertransformasi, Erick Thohir Enggan Berpuas Diri

Erick menyampaikan kinerja cemerlang BUMN tak lepas dari kerja keras tim yang solid.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Podcast Klimaks.
Foto: Republika/Thoudy Badai, Lembah
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Podcast Klimaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, tak mau berpuas diri dengan keberhasilan transformasi saat ini. Dalam empat tahun menjabat, Erick mampu meningkatkan laba BUMN secara signifikan, dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 124 triliun pada 2021, dan Rp 250 triliun pada 2022.

"Saya tidak bisa bilang berpuas diri, pasti masih ada kekurangan. Untung dari Rp 13 triliun menjadi Rp 124 triliun, lalu Rp 250 triliun, dividen Rp 80 triliun, tapi belum cukup, makanya kita dorong transformasi lagi ke depan," ujar Erick dalam siniar Klimaks di kanal Republika bertajuk "Ke Mana Langkah Erick Thohir Selanjutnya?" pada Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Erick menyampaikan kinerja cemerlang BUMN tak lepas dari kerja keras tim yang solid. Erick mencontohkan timnya yang bekerja keras saat pandemi demi menghadirkan vaksin, obat-obatan murah, hingga mendirikan RS. Erick mengatakan kepemimpinan dan sistem yang berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam meneruskan tren positif transformasi BUMN.

"Itu kenapa ada cetak biru 2024-2034 untuk menjaga dan melanjutkan supaya BUMN jadi benteng ekonomi dan kontribusi saat suasana tidak seimbang, seperti Covid-19 bisa intervensi. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi ini buat kesenjangan antara kaya dan miskin," ucap Erick.

 

Selain membenahi aspek bisnis BUMN, Erick juga mengedepankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik. Untuk itu, Erick pun melibatkan aparat penegak hukum (APH) dalam memberantas praktik negatif di lingkungan Kementerian.

"Kalau kita mau bersih-bersih, kita harus transparan, karena publik ingin tahu apa yang terjadi dan keterbukaan itu harus kita lakukan," sambung Erick.

Erick menyebut check and balance merupakan hal krusial dalam membangun tata kelola perusahaan yang transparan dan profesional. Erick mengatakan

"Dengan Kejaksaan, kita mau menjaga namanya bersih-bersih ini menjadi sebuah sistem, bukan hanya menangkap orang saja, tapi sistemnya juga diperbaiki. Hal-hal yang positif ini kita bisa lakukan berkelanjutan siapa pun pemimpin BUMN ke depan," kata Erick.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement