Senin 09 Mar 2026 14:56 WIB

Perang Israel-Iran Ancam Sektor Pariwisata, InJourney Berharap Momentum Lebaran

Ketegangan geopolitik global berpotensi menekan industri penerbangan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia (tengah), Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri), dan Vice President Corporate Secretary InJourney Hospitality Amalia Yaksa Parijata (kanan) saat konferensi pers kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Foto: Muhammad Nurysamsyi/Republika
Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia (tengah), Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri), dan Vice President Corporate Secretary InJourney Hospitality Amalia Yaksa Parijata (kanan) saat konferensi pers kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, optimistis geliat sektor pariwisata Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik dunia. Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia mengatakan ketegangan geopolitik global di Timur Tengah tentu akan memengaruhi industri pariwisata dan penerbangan, termasuk potensi pembatalan penerbangan internasional dan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai sekitar 100 dolar AS per barel.

"Yang terjadi sampai hari ini volatilitas pada harga energi, nilai tukar, dan lain sebagainya sudah pasti itu impact ke kita semua, sama-sama paham," ujar Veronica dalam konferensi pers terkait kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Senin (9/3/2026).

Baca Juga

Meskipun kemungkinan pembatalan penerbangan atau gangguan operasional dapat terjadi, dia menilai sektor pariwisata nasional memiliki ketahanan karena didukung oleh pasar domestik yang besar. Veronica pun tetap optimistis karena permintaan wisata domestik di Indonesia masih kuat.

InJourney, lanjut dia, sedang bersiap menyambut periode peak season libur Lebaran 2026 dengan sejumlah program unggulan yang mengedepankan nilai-nilai kultural. Veronica menilai pelayanan terbaik pada masa libur Lebaran menjadi momentum bagi InJourney dalam menjaga tren positif sektor pariwisata Indonesia.

"Kami ingin semua orang menikmati Lebaran ini dengan semangat pulang mudik, jalan-jalan, berkumpul dengan keluarga, naik pesawat, dan sebagainya. Itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini," sambung dia.

Veronica menyampaikan jumlah wisatawan domestik pada 2025 mencapai sekitar 101 juta perjalanan dengan pertumbuhan sekitar 14,4 persen. Selain itu, jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat sekitar 1,14 juta.

"Kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk pada 2025 hingga penutupan Desember sekitar 14,4 persen. Kami berharap wisata domestik masih kuat," ucapnya.

Dia menyampaikan InJourney pun optimistis dengan tren okupansi destinasi dan hotel BUMN pada tahun ini. InJourney, lanjut Veronica, memproyeksikan pertumbuhan kunjungan sekitar 15 persen, khususnya di kawasan Borobudur, Ratu Boko, dan Prambanan. Sementara itu, hotel-hotel yang dikelola InJourney Hospitality diperkirakan mengalami pertumbuhan okupansi sekitar 10 persen.

"InJourney berharap dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan yang merayakan Idul Fitri bersama keluarga, baik melalui perjalanan mudik maupun kegiatan liburan," kata Veronica.

photo
Bandara yang dikelola InJourney Airports. - (Dok InJourney)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement