Rabu 01 Nov 2023 21:32 WIB

Harga Cabai Makin Pedas, Badan Pangan Dorong Kerja Sama Antardaerah

Badan Pangan mendorong mobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petani memanen cabai merah besar di Kretek, Bantul, Yogyakarta, Rabu (1/11/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petani memanen cabai merah besar di Kretek, Bantul, Yogyakarta, Rabu (1/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus mengupayakan stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah (CRM) yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya terus mendorong mobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit untuk membangun pemerataan distribusi di seluruh wilayah. 

“Kita mendorong pemerintah daerah untuk saling membangun kerja sama antardaerah (KAD) sehingga cabai di daerah yang masih produksi dan harganya stabil dapat mendistribusikan cabai ke daerah defisit atau daerah dengan harga cabai yang tinggi,” ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (1/11/2023).  

Baca Juga

Adanya penguatan kerja sama antardaerah (KAD) ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar terbangun konektivitas yang membuat produksi pangan di daerah surplus terdistribusi ke daerah defisit secara merata untuk menjaga kestabilan harga. KAD ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana APBD dan Belanja Tidak Terduga.

Arief bersama Mendagri Tito Karnavian dalam Rakor Inflasi  yang rutin digelar setiap pekan menegaskan, pemerintah daerah tidak perlu ragu untuk memanfaatkan dana tersebut untuk memobilisasi pangan di daerah masing-masing. 

 

“Badan Pangan Nasional secara rutin menghadiri Rakor Inflasi yang dilaksanakan oleh Kemendagri terus menekankan agar setiap daerah memanfaatkan dana tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah masing-masing,” ujar Arief. 

Selain itu, Arief mengatakan, melalui dana dekonsentrasi yang dialokasikan di Badan Pangan Nasional, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah. Hingga saat ini, total kegiatan GPM menyasar hingga 1.133 lokasi dengan rincian 257 lokasi di 35 provinsi dan 876 lokasi di 332 kabupaten/kota. 

Saat ini, pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati mengalami penurunan sekitar 6 persen karena sumber panen di daerah sentra produksi mengalami penurunan. Namun, pasokan ke pasar tersebut masih relatif normal di kisaran 30 ton per hari. Untuk menopang stabilitas pasokan dan harga cabai di Pasar Induk, Badan Pangan Nasional juga melakukan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari daerah  surplus ke daerah defisit. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement