Senin 30 Oct 2023 07:04 WIB

PLN Sebut 230 Ribu Petani Naik Kelas Berkat Listrik

PLN berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) lewat Electrifying Agriculture

Usaha pembibitan ayam di Muara Enim, Sumatera Selatan jadi salah satu pelanggan program Electrifying Agriculture yang digagas PLN. Dengan meningkatkan penggunaan peralatan listrik, usaha tersebut bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 12 persen. Dari yang sebelumnya hanya 130-140 ribu butir telur per hari, menjadi di atas 150 ribu butir telur per hari.
Foto: PLN
Usaha pembibitan ayam di Muara Enim, Sumatera Selatan jadi salah satu pelanggan program Electrifying Agriculture yang digagas PLN. Dengan meningkatkan penggunaan peralatan listrik, usaha tersebut bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 12 persen. Dari yang sebelumnya hanya 130-140 ribu butir telur per hari, menjadi di atas 150 ribu butir telur per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengklaim Program Eletricfying Agriculture yang digagas perseroan mampu membuat petani Indonesia naik kelas. Hingga September 2023, sebanyak 230.555 pelanggan di Indonesia merasakan manfaat dari program tersebut. Sebab, teknologi pertanian berbasis listrik mampu meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan program electrifying agriculture ini merupakan salah satu inovasi PLN dengan pemanfaatan energi listrik di bidang agrikultur seperti pertanian, perikanan, perkebunan serta peternakan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional para petani. 

“Melalui program ini PLN berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lewat berbagai inovasi teknologi kelistrikan. Kami berharap kualitas dan kuantitas produktivitas para petani kita dapat meningkat, maju dan modern,” ujar Darmawan, Ahad (29/10/2023). 

Tercatat, total daya tersambung pelanggan Electrifying Agricultrue mencapai 3.561,31 Megavolt Ampere (MVA). Pemanfaatan program ini tumbuh 14,24 persen dibandingkan September 2022. Adapun pada bulan September 2023, ada 27.866 pelanggan baru yang beralih ke alat pertanian berbasis listrik. 

Tak hanya bermanfaat bagi PLN dalam peningkatan konsumsi listrik, Darmawan menuturkan, program tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi petani dan petani semakin efisien. 

photo
Electrifying agriculture dengan menggunakan lampu pada malam hari untuk meminimalisir hama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman sekaligus menjadi matahari buatan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman pada kebun petani bawang di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. - (PLN)
 

Salah seorang anggota Kelompok Tani (Poktan) Bawang Merah Ngudi Makmur di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ilyas Suprapta, mengaku berhasil melakukan efisiensi biaya operasional hingga 90 persen sejak beralih menggunakan listrik untuk mengairi sawahnya dari tahun 2022.

“Setelah beralih ke energi listrik setahun lalu, efisiensi biaya untuk penyiraman jadi sangat tinggi dari Kelompok Tani kami,” ujar Ilyas.

Ia menyebut, sebanyak 801 petani anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur alhasil mampu menghemat hingga 90 persen untuk biaya penyiraman setiap musimnya.

“Dengan biaya yang murah, kini ketersediaan air kami cukup memadai untuk bertanam bawang, sehingga itu sangat berdampak kepada produktivitas hasil panen kami,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement