Ahad 22 Oct 2023 15:34 WIB

Bank Indonesia Perluas Pembayaran Digital Lewat Festival QRISATE

Pembayaran menggunakan QRIS memudahkan masyarakat dan UMKM.

Layanan QRIS di salah satu stan kosmetik pada acara OH Beauty Festival di City Hall, di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Jumat (6/10/2023) (ilustrasi).
Foto: Republika/Edwin Putranto
Layanan QRIS di salah satu stan kosmetik pada acara OH Beauty Festival di City Hall, di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Jumat (6/10/2023) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperluas metode pembayaran digital dengan sasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah ini lewat Festival QRISATE Nagari bekerja sama dengan salah satu bank daerah.

"Bank Indonesia menyambut baik kegiatan ini. Sebab, dengan pembayaran secara digital dalam hal ini menggunakan QRIS, maka akan membantu dan memudahkan masyarakat serta pelaku UMKM," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar Dandy Indarto Seno, di Padang, Ahad (22/10/2023).

Baca Juga

Menurut Dandy, penggunaan QRIS harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Sebab, metode pembayaran digital ini mempunyai sejumlah keunggulan dibandingkan pembayaran tunai.

Pertama, dengan menggunakan QRIS, maka penjual maupun konsumen telah membantu pemerintah mengurangi biaya cetak uang yang membutuhkan biaya besar. Kemudian, lewat transaksi QRIS, maka ongkos pendistribusian uang kartal ke penjuru Nusantara bisa ditekan.

"Jadi, penggunaan QRIS tentunya akan menghemat biaya untuk pencetakan uang, QRIS juga akan memudahkan Bapak dan Ibu saat bertransaksi tanpa khawatir uang palsu," kata Dandy.

Apalagi, ujar dia lagi, memasuki tahun-tahun politik, BI mengkhawatirkan adanya peredaran uang palsu di masyarakat. Sehingga metode pembayaran digital sangat mendukung mencegah peredaran uang palsu.

"QRIS sangat membantu untuk memitigasi risiko terkait uang palsu," ujarnya pula.

Penggunaan QRIS juga memudahkan transaksi masyarakat terutama pedagang, karena lebih praktis tanpa harus mencarikan pecahan kecil atau uang kembalian pembelian.

Apalagi, saat ini masih banyak pedagang yang menggunakan permen sebagai uang kembalian. Padahal, permen bukan alat transaksi yang sah.

Terkait pengguna QRIS di Ranah Minang, Dandy menyebutkan terdapat peningkatan yang signifikan sebesar 94 persen jika dibandingkan 2022. Hingga September 2023 Bank Indonesia setempat mendata pengguna QRIS mencapai 676.199 orang.

Dari angka tersebut 97 persennya didominasi oleh pelaku UMKM termasuk pedagang sate. Lebih tepatnya, BI Sumbar mencatat 456.702 pelaku usaha (merchant) yang menggunakan QRIS.

Dari angka itu, BI mencatat nominal transaksi yang menggunakan QRIS mencapai Rp 781 miliar pada 2023. Angka itu naiknya 200 persen bila dibandingkan secara year on year (yoy).

Dukungan BI dalam penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM tidak hanya terkait dengan transformasi pembayaran digital. Namun, lebih dari itu, upaya tersebut sekaligus mendukung kemajuan sektor pariwisata dan melestarikan kuliner tradisional.

Terakhir, Festival QRISATE Nagari sekaligus menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Ranah Minang telah mengimplementasikan pembayaran digital, sekaligus mengampanyekan metode pembayaran secara digital.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement