Ahad 22 Oct 2023 11:45 WIB

Erick Thohir Berhasil Jadikan BUMN Ujung Tombak Peningkatan Infrastruktur RI

Erick Thohir dorong penguatan BUMN.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Erdy Nasrul
Menhan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir satu mobil dalam perjalanan dinas mengikuti Presiden Jokowi.
Foto: @erickthohir
Menhan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir satu mobil dalam perjalanan dinas mengikuti Presiden Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aryo Dharma Pala, mengatakan pesatnya pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir, tak lepas dari peran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Aryo mengatakan Erick berhasil membawa BUMN-BUMN untuk membantu misi pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. 

Baca Juga

"Beberapa pencapaian Pak Erick antara lain mampu mengarahkan BUMN untuk membangun infrastruktur," ujar Aryo saat dihubungi Republika di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).

Aryo menyampaikan akselerasi pembangunan infrastruktur akan memberikan manfaat ekonomi dari sisi pembukaan lapangan kerja, peningkatan konektivitas, hingga menurunkan tingginya biaya logistik. Aryo menilai Erick mampu menerjemahkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait peningkatan infrastruktur di seluruh penjuru negeri.

 

"Ini sesuai arahan presiden, meski pencapaian tersebut mengorbankan kinerja keuangan perusahaan," ucap Aryo.

Selain itu, Aryo juga memberikan perhatian khusus pada upaya Erick meningkatkan kinerja BUMN. Menurut Aryo, sejumlah gebrakan Erick kian memperkuat ekosistem BUMN menjadi lebih terintegrasi dan diharapkan meningkatkan daya saing. 

"Selain itu, Pak Erick juga mampu merampingkan jumlah BUMN dengan membentuk holding dan klaster BUMN," kata Aryo.

Wamen BUMN soal industri asuransi

Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani meminta pelaku industri, terutama asuransi menerapkan governance, risk, and compliance (GRC) terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

"(Hal ini dilakukan) guna memastikan tata kelola dan meningkatkan pengelolaan risiko yang lebih baik," ujarnya dalam kegiatan Taspen GRC Insight Forum, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Selaras dengan fungsi BUMN sebagai value creator dan agent of development, lanjut dia, BUMN memiliki peran strategis untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional dan diharapkan mengambil peran signifikan dalam penerapan GRC.

Dengan demikian, pencapaian kinerja BUMN dapat lebih optimal dan tercipta bisnis yang berkelanjutan.

"Selain itu, BUMN juga harus senantiasa mempertimbangkan konteks sosial, perkembangan, dan perubahan regulasi, manajemen risiko, inovasi teknologi, maupun batasan-batasan hukum," ucap Rosan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Taspen (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri Antonius Nicholas Stephanus Kosasih menyampaikan pihaknya berkomitmen aktif meningkatkan budaya kepatuhan dan manajemen risiko di lingkungan perusahaan.

Komitmen ini berlaku untuk seluruh anak perusahaan Taspen guna meningkatkan kepercayaan para peserta dan para pemangku kepentingan.

"Selama ini, Taspen telah bergerak cepat dalam menerapkan inovasi digitalisasi dalam proses bisnis untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam lingkup bisnis yang dijalankan. Harapannya, Taspen GRC Insight Forum ini mampu menunjukkan bahwa risk culture dan compliance culture selalu menjadi sesuatu yang hidup dan tumbuh di segala lini di perusahaan setiap harinya," ungkap Kosasih.

Pada kegiatan ini, turut dilaksanakan peresmian aplikasi Enterprise Risk Management (ERM) Terintegrasi Taspen Group dan peresmian atas sertifikasi ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan yang diperoleh Taspen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement