Kamis 19 Oct 2023 23:56 WIB

Hingga Kuartal III, Lion Parcel Catat Peningkatan Tonase Pengiriman Hingga 50 Persen

Peningkatan tonase pengiriman diyakini karena membaiknya kondisi UMKM

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Perusahaan jasa pengiriman Lion Parcel atau PT. Lion Express kembali meluncurkan inovasi layanan ‘ONEPACK’. Layanan ini menawarkan kemudahan pengiriman barang secara cepat hanya dalam satu hari dengan jaminan uang kembali, Kamis (16/7)
Foto: Dok. Lion Parcel
Perusahaan jasa pengiriman Lion Parcel atau PT. Lion Express kembali meluncurkan inovasi layanan ‘ONEPACK’. Layanan ini menawarkan kemudahan pengiriman barang secara cepat hanya dalam satu hari dengan jaminan uang kembali, Kamis (16/7)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengungkapkan, aktivitas bisnis dan perekonomian nasional yang terus membaik di tahun 2023 turut memberikan dampak positif terhadap industri logistik. Di mana, pihaknya mencatat adanya peningkatan tonase pengiriman hingga 50 persen sepanjang tahun berjalan hingga kuartal III 2023.

“Aktivitas bisnis dan perekonomian nasional yang terus membaik di tahun 2023 turut memberikan dampak positif terhadap industri logistik. Salah satunya pertumbuhan UMKM, termasuk tren digitalisasi, yang mendorong peningkatan kebutuhan layanan pengiriman,” ujar Kenny dalam keterangan resminya Kamis (19/10/2023).

Menurut dia, peningkatan itu turut didorong oleh ekspansi pasar dan sejumlah inovasi Lion Parcel terhadap segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berdampak positif bagi kinerja perusahaan. Pihaknya melihat peluang di atas dan membuat salah satu fokus pada 2023 dengan menggarap segmen UMKM lewat berbagai pengembangan bisnis, serta inovasi dan program yang diluncurkan.

“Merespons tingginya kebutuhan pengiriman termasuk dari sisi UMKM dan para seller, kami menghadirkan berbagai inovasi dalam bentuk program dan insentif sebagai komitmen perusahaan memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan,” kata dia.

Beberapa di antaranya, pada awal Oktober, pihaknya memperkenalkan program Diskon 20 persen GASS, yaitu adanya potongan harga ongkos kirim sebesar 20 persen untuk pengiriman reguler di bawah 1 kg dan pengiriman besar di bawah 10 kg. Program tersebut merupakan pengembangan dari program sebelumnya sebagai solusi bagi UMKM dan para seller dengan kebutuhan pengiriman beragam.

Contoh lainnya, Lion Parcel juga meluncurkan metode pembayaran terbaru, yaitu Cash on Delivery (COD), sebagai upaya mengakomodasi segmen pasar yang membutuhkan jaminan keamanan dalam bertransaksi online ketika menerima barang. COD dia sebut dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, yaitu masyarakat yang belum memiliki akses terhadap keuangan digital, dengan proses tarik dana secara real time. 

“Kami mencoba memahami kebutuhan para pelanggan untuk dapat menghadirkan program dan insentif yang relevan. Dari sisi infrastruktur, tahun ini Lion Parcel telah menempati mega hub baru sebagai upaya memenuhi kebutuhan pengiriman yang semakin berkembang,” jelas dia.

Sementara itu, Chief Retail Officer Lion Parcel Adwina Marisa menambahkan, kinerja positif perusahaan tidak terlepas dari kolaborasi berkelanjutan dengan mitra agen di seluruh Indonesia. Sebab itu, pengembangan mitra agen terus dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan Lion Parcel.

Secara peminat, kata dia, pendaftar mitra agen baru Lion Parcel mencapai lebih dari 8.000 setiap bulannya. Tidak hanya area Jabodetabek, pendaftar juga berasal dari wilayah luar pulau Jawa seperti Medan, Palembang, Makassar, dan lainnya. Hal itu dia nilai telah membuktikan secara permintaan kebutuhan layanan pengiriman selalu ada di setiap daerah.

“Kami percaya UMKM dan seller di seluruh daerah di Indonesia memiliki potensi yang besar dan harus didukung untuk menjangkau pasar yang lebih luas, salah satunya dengan menghadirkan jasa kirim yang berkualitas,” ujar Adwina.

Menurut dia, untuk menghadirkan layanan pengiriman yang berkualitas dan seragam di seluruh Indonesia, pihaknya terus melakukan berbagai upaya edukasi kepada para mitra agen yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 7.000 di seluruh Indonesia. Upaya edukasi melalui training di empat aspek, yaitu operasional, entrepreneurship, sales dan marketing.

“Program-program ini terbukti membawa dampak yang positif terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2023 hingga saat ini dengan harapan bisa secara konsisten kami jaga bahkan lebih baik di periode selanjutnya,” jelas Adwina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement