Senin 16 Oct 2023 13:41 WIB

Produk Pinjaman Ceria Milik BRI Dukung Digitalisasi Sektor Kesehatan

Hal ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan dalam perkembangan tren fintech lending.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tidak ketinggalan menawarkan produk pinjaman online yakni Ceria.
Foto: Bank BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tidak ketinggalan menawarkan produk pinjaman online yakni Ceria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menawarkan produk pinjaman online atau daring yang bisa memanjakan nasabahnya. Hal ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan dalam perkembangan tren fintech lending atau pinjol semakin diminati masyarakat. 

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan Ceria milik BRI merupakan pinjaman digital yang ditujukan bagi nasabah BRI untuk melakukan pembayaran transaksi di platform kerja yang sama. Ceria juga sudah terdaftar resmi dan ditawarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga aman untuk mengajukan kredit. 

Baca Juga

"Kegiatan transaksi pinjam berbasis teknologi ini dianggap mudah dan efektif serta aman di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Handayani, beberapa waktu lalu.

Handayani mengatakan, nasabah dapat menikmati pinjaman secara aman, cepat, dan mudah melalui Ceria. Nasabah dari berbagai kalangan dapat memanfaatkan Ceria ini dengan mudah dan menguntungkan. 

"Dengan bunga rendah, nasabah dapat menikmati pembayaran di banyak platform kerja yang sama," ucap Handayani.

Handayani menyampaikan, Ceria BRI merupakan pinjaman digital yang ditujukan bagi nasabah BRI untuk melakukan pembayaran transaksi di platform kerja yang sama. Terdapat banyak kemudahan dan keuntungan bagi pengguna Ceria, yaitu berupa bunga rendah yakni 1,99 persen per bulan, proses pengajuan pinjaman cepat, hanya dalam waktu 10 menit dengan limit hingga Rp 50 juta. 

Selain itu, nasabah dapat membayar transaksi dengan cicilan hingga 12 bulan, bebas biaya admin, dan dapat menikmati berbagai program promo di banyak platform kerja sama Ceria. Untuk dapat bertransaksi menggunakan Ceria, ucap dia, pelanggan cukup dengan mudah memilih Ceria pada opsi pembayaran saat akan melakukan checkout pembelian produk pada platform kerja sama, di antaranya Dinomarket, Garuda, LinkAja, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Radatime, Realme, Myhartono, dan Panorama JTB . 

"Selain untuk bertransaksi di platform kerja sama, nasabah juga dapat mencairkan pinjaman Ceria ke rekening BRI," lanjut Handayani.

Handayani menjelaskan nasabah yang ingin mengajukan pinjaman melalui Ceria dapat mengunduh aplikasinya terlebih dahulu di Google Play Store untuk pengguna Android. Bagi yang sudah menjadi nasabah BRI dan memiliki aplikasi BRImo, nasabah dapat menikmati Ceria di aplikasi BRImo. 

"Untuk memiliki akun Ceria, nasabah hanya perlu mendaftar dengan nomor ponsel dan melengkapi data dan dokumen yang diperlukan," ucap Handayani.

BRI Ceria juga mendukung ekosistem digital sektor kesehatan yang diinisiasi holding BUMN Farmasi lewat marketplace berbasis web bernama Medicine Distribution Business Zone atau Medbiz by Bio Farma. Medbiz merupakan transformasi digital yang akan menjadi end-to-end platform distribution business untuk mendistribusi produk obat-obatan dan alat kesehatan.

Handayani mengatakan, Ceria menjadi salah satu pilihan metode pembayaran dalam marketplace Medbiz. Handayani menyampaikan BRI akan terus meningkatkan kerja sama dengan holding BUMN farmasi dalam memberikan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Sejalan dengan itu, BRI dan Bio Farma bakal menjajaki kerja sama lanjutan berupa penyediaan fitur business card BRI yang ditujukan khusus bagi mitra bisnis holding BUMN farmasi," sambung Handayani.

Tidak hanya itu, lanjut dia, sinergitas lain yang dijalin dalam kerja sama lanjutan ialah kemudahan opsi transaksi melalui BRIVA hingga pembiayaan terhadap mitra bisnis yang menggunakan platform digital milik holding BUMN farmasi seperti apotek atau klinik mandiri. BRI sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, lanjut Handayani, terus mendorong digitalisasi di industri farmasi dalam menyediakan layanan keuangan yang holistik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Sinergitas bersama Bio Farma ini merupakan upaya BRI dalam memberikan aksesibilitas dan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan dari BRI," ucap Handayani.

Handayani menambahkan tren transaksi digital merupakan peluang dalam mencapai inklusi keuangan. Didukung oleh digitalisasi yang juga terus dikembangkan oleh berbagai pelaku industri lain, salah satunya Bio Farma, Handayani optimistis BRI dapat menghadirkan layanan keuangan yang lengkap bagi masyarakat.

”Dengan semakin meningkatnya transaksi berbasis e-commerce, tentu pembayaran berbasis digital ini akan semakin marak. Infrastruktur, layanan, dan berbagai fitur inovatif terus kami kembangkan agar dapat menjadi solusi layanan keuangan masyarakat," kata Handayani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement