Ahad 15 Oct 2023 09:10 WIB

Pelaku UMKM Badui Berkembang Melalui Kemitraan BUMN

UMKM Badui mendapatkan bantuan permodalan kemitraan dari PTKS sejak 2019.

Perajin memproduksi kipas lipat batik lomar Suku Badui di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (18/10/2022) (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Perajin memproduksi kipas lipat batik lomar Suku Badui di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (18/10/2022) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Badui Kabupaten Lebak, Banten, berkembang melalui kemitraan dengan BUMN yang di antaranya Krakatau Steel (Persero) Tbk sehingga dapat menumbuhkan pendapatan ekonomi di daerah itu.

"Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan pinjaman permodalan dari Krakatau Steel (Persero) Tbk, itu tanpa bunga," kata Ketua Klaster UMKM Badui di Desa Kanekes Kabupaten Lebak Sarmedi di Lebak, Sabtu (14/10/2023).

Baca Juga

Pelaku UMKM Badui melalui kemitraan PT KS sebanyak 20 anggota dengan unit usaha terdiri atas aneka kerajinan, suvenir, warungan bahan pokok, hingga makanan.

Para pelaku UMKM Badui itu mendapatkan bantuan permodalan kemitraan sejak 2019 hingga kini masih berjalan. Bantuan permodalan ini mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta dan pengembaliannya tanpa bunga.

 

"Kami merasa terbantu pinjaman modal itu dan kini omzet pendapatan usaha bisa mencapai Rp 5 juta-Rp 7 juta per hari," kata Sarmedi sambil menyatakan sebagai toko sembako.

Amir (50 tahun) seorang perajin Badui mengatakan, banyak pelaku usaha masyarakat Badui kini berkembang setelah menerima bantuan permodalan dari PT Krakatau Steel.

"Kami sudah tiga tahun dibantu permodalan oleh PT KS hingga kini masih bertahan produksi kerajinan tenun," kata Amir.

Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Saija mengatakan, UMKM masyarakat Badui banyak terima kasih atas bantuan baik permodalan maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelatihan manager keuangan, motivasi, spritual, jiwa kewirausahaan, pembinaan pengembangan usaha, hingga promosi usaha.

Produk pelaku UMKM juga difasilitasi pemasaran ke luar daerah dengan mengikuti pameran untuk membantu untuk peningkatan ekonomi warga Badui. Saat ini, jumlah pelaku UMKM Badui sekitar 1.000 unit usaha.

Selama ini, produk UMKM Badui juga dipasarkan secara dalam jaringan (daring) online yang terkoneksi melalui jejaring media sosial. "Kami meyakini pemasaran digital sangat membantu bagi pelaku UMKM untuk peningkatan omzet pendataan," kata Jaro Saija.

Sementara itu, Pengembangan Bisnis dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Agus Nizar Vidiansyah mengatakan pihaknya membantu permodalan kemitraan pelaku UMKM masyarakat Badui agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan pinjaman modal itu mulai Rp 3 juta hingga Rp 50 juta dengan pengembalian sesuai kontrak ada satu tahun juga ada yang dua tahun. 

Pelaku usaha yang dibantu itu hampir semua kecamatan di Kabupaten Lebak ada  pada sektor perdagangan, industri, jasa, pertanian, peternakan UMKM dan aneka kerajinan. Pengembaliannya pun bergantung keinginan mereka dan hanya dikenakan jasa tanpa bunga. Bahkan, jasa yang dikenakan juga untuk kegiatan pelaku UMKM, seperti mengikuti pameran maupun promosi. 

"Kami menyalurkan bantuan modal itu untuk pengembangan usaha masyarakat agar mereka berkembang menjadi usaha besar," kata dia menjelaskan. 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement