Sabtu 31 Jan 2026 07:45 WIB

Di Tengah Pergolakan Pasar Modal, BEI Catat Jumlah Investor Tembus 21 Juta

Tekanan hebat di pasar saham tidak menghentikan laju pertumbuhan jumlah investor.

Rep: Eva Rianti/ Red: Gita Amanda
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah pergolakan di industri pasar modal yang memicu mundurnya Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman pada Jumat (30/1/2026), BEI mencatatkan pertumbuhan positif jumlah investor pasar modal. Tercatat, investor pasar modal Indonesia telah menembus angka 21 juta single investor identification (SID).

“Jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Januari 2026 telah mencapai 21.037.426 SID. Angka ini merupakan penambahan 673.218 SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 20.364.208 SID, setelah sepanjang tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5.492.569 SID,” tulis BEI dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026) malam.

Baca Juga

Dari jumlah tersebut, BEI mencatat jumlah investor saham saat ini hampir menyentuh angka 9 juta SID, tepatnya 8.980.318 SID. Jumlah tersebut meningkat 367.958 SID dibandingkan akhir 2025 yang berada di level 8.612.360 SID, setelah sepanjang tahun 2025 bertambah sebanyak 2.230.916 SID.

Mengenai data perdagangan sepekan terakhir atau periode 26—30 Januari 2026, kinerja pasar modal ditutup variatif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yaitu sebesar 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp 33,85 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

“Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut berubah (merosot) pada pekan ini, yaitu sebesar 6,94 persen sehingga ditutup pada level 8.329,606 dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu,” ungkap BEI.

Kapitalisasi pasar BEI turut mengalami penurunan sebesar 7,37 persen menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun pada sepekan sebelumnya. Adapun investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun.

Pada pekan ini, pasar modal Indonesia mengalami pergolakan kuat imbas keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing saham Indonesia berkaitan dengan free float pada Selasa (27/1/2026). Akibatnya, IHSG anjlok melebihi 8 persen pada Rabu (28/1/2026), disusul penurunan pada Kamis (29/1/2026) yang memicu BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt).

Usai kemerosotan IHSG yang terjadi pada dua hari tersebut, pada Jumat (30/1/2026) pagi, Direktur Utama PT BEI Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan Iman untuk mundur disebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pergolakan yang terjadi di pasar. Saat ini, posisi pucuk pimpinan BEI kosong dan akan segera diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Menyusul Iman, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi turut mengundurkan diri. Hal serupa juga dilakukan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK I. B. Aditya Jayaantara.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara kemudian menyusul tiga pejabat OJK tersebut untuk mengundurkan diri. Total dalam satu hari, Jumat (30/1/2026), terdapat lima pejabat yang mundur akibat IHSG ambruk. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement