Sabtu 14 Oct 2023 13:33 WIB

KEK Mandalika Terus Didorong Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Saat ini, ada 20 KEK di Indonesia.

Wisatawan menikmati suasana area kolam renang Hotel Pullman Lombok, Kuta Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (27/9/2023). Menurut Mandalika Hotel Association (MHA), okupansi hotel atau tingkat keterisian kamar hotel di KEK Mandalika saat ini mencapai 95 persen dan diperkirakan terus meningkat hingga berlangsungnya balap MotorGP di sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober 2023.
Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Wisatawan menikmati suasana area kolam renang Hotel Pullman Lombok, Kuta Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (27/9/2023). Menurut Mandalika Hotel Association (MHA), okupansi hotel atau tingkat keterisian kamar hotel di KEK Mandalika saat ini mencapai 95 persen dan diperkirakan terus meningkat hingga berlangsungnya balap MotorGP di sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Kemenko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa KEK Mandalika menjadi contoh sukses investasi dalam sektor pariwisata dan infrastruktur yang mampu berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kawasan ini merupakan contoh sukses investasi dalam sektor pariwisata dan infrastruktur yang mampu mengubah daerah yang sebelumnya kurang berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dinamis, ditambah dengan hadirnya wisatawan manca negara ke Mandalika dan sekitarnya,” kata Susiwijono dalam acara Studium Generale dikutip melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (15/10/2023).

Susiwijono menjelaskan, dengan investasi besar dalam proyek-proyek seperti hotel, sirkuit balap internasional, serta sarana dan prasarana lainnya, KEK Mandalika telah mendukung pengembangan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Saat ini, ada 20 KEK di Indonesia, yang mana mencakup 10 KEK di Industri Manufaktur, dan 10 KEK Pariwista, termasuk KEK Mandalika.

Ia menilai investasi di sektor pariwisata masih belum setinggi capaian investasi pada sektor manufaktur. Padahal, sektor transportasi, akomodasi, dan makanan minuman mampu memberikan imbal balik berkali-kali lipat.

“Investasi di bidang pariwisata kurang signifikan. Melalui KEK Bandalika kita ingin mendorong PDRB Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Meski masih banyak yang harus dibenahi, tapi kita optimis,” terang Susiwijono.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mataram Profesor Bambang Hari Kusumo menyatakan bahwa dengan adanya MotoGP di Mandalika, impian masyarakat NTB dapat terlaksana.

Rektor berharap, dalam perkembangannya mahasiswa jangan hanya jadi penonton saja, namun dapat mengembangkan kapasitas dirinya untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya.

“Persiapkan dari sekarang apa yang bisa kalian lakukan untuk perkembangan ini. Kalian rajin belajar untuk Indonesia 2045, menjadi job creator bukan job seeker. Mari pakai momen ini untuk berkembang,” pungkas Profesor Bambang.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement