Senin 09 Oct 2023 14:07 WIB

Bursa Efek Kedatangan Emiten EBT Baru, Sahamnya Melonjak 25 Persen

Emiten ini mendukung upaya Indonesia dalam transisi energi berkelanjutan. 

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan berjalan dengan latar belakang yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Karyawan berjalan dengan latar belakang yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru yang bergerak di bidang energi baru terbarukan yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini tercatat di BEI melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Saat diperdagangkan perdana, Senin (9/10/2023), saham BREN melonjak tajam dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). BREN menguat hingga mencapai 25 persen ke level 975 dari harga IPO di level 780. 

Baca Juga

CEO Barito Pacific dan Komisaris Utama Barito Renewables Agus Salim Pangestu mengatakan langkah IPO ini menegaskan komitmen Perseroan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam upayanya menuju transisi energi yang berkelanjutan. 

"Hal ini menandai momentum penting dalam perjalanan perusahaan untuk mendukung masa depan energi hijau dan berkelanjutan Indonesia," kata Agus di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Sebagai salah satu pemain utamenergi terbarukan di Indonesia, IPO BREN akan menetapkan patokan baru untuk valuasi perusahaan energi terbarukan. IPO BREN diharapkan akan mendorong lebih banyak perusahaan energi terbarukan untuk mencatatkan diri di pasar modal Indonesia. 

CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan, mengatakan, dengan IPO ini Barito Renewables akan memperluas bidang usahanya menuju ke teknologi terbarukan lainnya. Saat ini, Barito Renewables fokus mengoperasikan aset geothermal atau panas bumi. 

"Kami berharap BREN akan menarik mitra, investor, dan bakat baru dalam upaya kami untuk membantu Indonesia mencapai target energi terbarukan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah dan bersih," kata Hendra.

Melalui IPO, Barito Renewables menawarkan 4,01 miliar lembar saham dengan harga Rp 780 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, Barito Renewables berhasil mengumpulkan total Rp 3,13 triliun, dengan oversubscription sebesar 135,2 kali.

Dalam prospektus, perseroan akan menggunakan seluruh dana IPO, setelah dikurangi seluruh biaya emisi saham, akan digunakan untuk penyetoran modal kepada Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (STAR) melalui pengambilan bagian atas saham baru yang akan diterbitkan oleh STAR.

Sementara itu, STAR akan menggunakan dana tersebut untuk membayar sebagian utang kepada Bangkok Bank Public Company Limited serta memenuhi kewajiban pembayaran kepada Star Energy Oil and Gas Pte. Ltd. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement