Kamis 07 Sep 2023 23:30 WIB

Pemerintah Masifkan Bahan Bakar Hijau, PTPN Tambah Kapasitas Pabrik Etanol

PTPN mentargetkan bisa memproduksi hingga 150 ribu ton per tahun

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Penggilingan tebu di pabrik milik PTPN III (ilustrasi).
Foto: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Perser
Penggilingan tebu di pabrik milik PTPN III (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III) berencana menambah kapasitas pabrik bioethanolnya untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Rencananya, PTPN akan meningkatkan kapasitas pabrik ethanol hingga 150 ribu ton per tahun.

Vice President Business Development & Downstream Strategy PTPN III Leonardo Alexander Renatus Pane menjelaskan saat ini PTPN sudah memiliki pabri ethanol dengan produksi 100 kiloliter per hari. Pabrik yang berada di Mojokerto ini saat ini mampu memproduksi kebutuhan ethanol dalam negeri.

Baca Juga

"Kita dalam waktu dekat akan menambah pabrik ethanol baru dengan mitra strategis kami. Kami mentargetkan bisa memproduksi hingga 150 ribu ton per tahun," ujar Leo di Indonesia Sustainable Forum (ISF), Kamis (7/9/2023).

Leo menjelaskan dengan sumber daya yang dimiliki PTPN III saat ini banyak hilirisasi yang bisa dilakukan. Justru, produk yang dihasilkan ini bisa menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

"Posisi PTPN yang memiliki perkebunan banyak ketersediaan biomassa dan juga limbah-limbah perkebunan yang bsia dimanfaatkan seperti tanpos, bagas, dan sebagainya itu juga bisa mendukung biodiesel dan bioetanol ke depannya," ujar Leo.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi menambahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mulai mengimplementasikan penggunaan campuran Bioetanol 5 persen pada bensin, atau E5. Penggunaan bahan bakar E5 tahun ini akan dilaksanakan secara terbatas, yakni di Jakarta dan Surabaya.

"Hasil implementasi pada area terbatas ini akan direviu untuk menjadi bahan pelajaran dalam menyiapkan implementasi bioetanol pada area dan skala lebih besar," kata Yudo

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement