Selasa 05 Sep 2023 14:38 WIB

Pengamat: AHM Perlu Lakukan Uji Laboratorium Metalurgi

Uji laboratorium ini guna memberikan rasa nyaman dan aman kepada pemilik kendaraan.

Jurnalis melihat rangka eSAF motor Honda di AHM SRTC Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jurnalis melihat rangka eSAF motor Honda di AHM SRTC Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa PT Astra Honda Motor (AHM) harus segera menjalani uji laboratorium metalurgi terhadap rangka eSAF (enhanced smart architecture frame) yang banyak digunakan diberbagai kendaraan roda dua milik Honda.

"Tentunya hipotesis ini perlu riset laboratorium metalurgi dari pihak pemerintah dan juga perusahaan terkait. Hal itu guna memastikan kualitas pengerjaan dan material logam yang digunakan disamping desain engineering frame eSAF," kata yannes Martinus Pasaribu dilansir Antara, Selasa (5/9/2023).

Baca Juga

Uji laboratorium ini dilakukan guna memberikan rasa nyaman dan juga aman kepada pemilik atau calon konsumen produk Honda yang menggunakan rangka tersebut. Hal ini juga tentu harus adanya bimbingan dari lembaga pemerintah terkait.

Hadirnya pemerintah dalam kasus ini penting untuk memberikan ketenangan kepada para pemilik kendaraan yang menggunakan rangka tersebut. Pemerintah dalam hal ini akan mewakili masyarakat atau konsumen diharapkan dapat membuka hasil dari pengujian tersebut secara terang-terangan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

 

"Pihak pemerintah atau lembaga terkait dengan aspek keamanan ini jelas harus segera memastikan perihal kesalahan yang terjadi. Berbagai hipotesis sudah terlanjur beredar di media sosial, seperti apakah masalah terletak di desain struktur pres dengan tebal bahan yang di bawah 2mm ataukah spesifikasi logam yang tidak tahan dengan korosi," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, kerangka yang mudah berkarat ini bisa disebabkan oleh sistem lubang pembuangan air pada bagian bawah rangka (frame) yang terlalu kecil. Sehingga, air dan lumpur akan mengendap dalam jangka panjang, dan hal itu berpotensi menimbulkan oksidasi pada material logam dan secara gradual akan menghabiskan bahan logam yang ada.

"Perlu ada evaluasi dari pihak pemerintah atau lembaga yang berwenang untuk memastikan bahwa struktur kendaraan ini aman dan kemudian membuat keputusan yang jelas kepada masyarakat serta pihak produsen yang bersangkutan," ujar dia.

Pengujian juga harus dilakukan secara terbuka guna memberikan kesempatan masyarakat atau konsumen dalam mengetahui permasalahan yang benar-benar terjadi pada kendaraan Honda yang menggunakan rangka tersebut. "Semua itu tentunya semakin mendesak untuk segera diselesaikan melalui uji struktur dan uji metalurgi serta berbagai aspek terkait dengan kontrol kualitas oleh pihak yang berwenang," kata dia.

Pengujian metalurgi sendiri adalah salah satu bidang ilmu dan teknik bahan yang mempelajari tentang perilaku fisika dan kimia dari unsur-unsur logam, senyawa-senyawa antarlogam, dan paduan-paduan logam yang disebut aloi atau lakur.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement