Sabtu 12 Aug 2023 22:13 WIB

Hadapi El Nino, Syahrul Harap NTB Bisa Jadi Penyangga Beras Nasional

Provinsi NTB merupakan salah satu wilayah subur yang memiliki produktivitas tinggi.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah penyangga utama bagi ketersediaan pangan di kawasan Indonesia timur. (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah penyangga utama bagi ketersediaan pangan di kawasan Indonesia timur. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah penyangga utama bagi ketersediaan pangan di kawasan Indonesia timur. Salah satunya dengan penggunaan benih inpari 48 blas dan benih padjajaran agritan sebagai benih genjah yang lebih tahap terhadap kemarau ekstrem El Nino. 

"Hari ini saya di NTB bersama Gubernur, Wali Kota, Bupati dan jajaran dinas berupaya mengkondisikan kesiapan NTB menjadi salah satu Provinsi yang akan menyanggah kawasan Timur, khususnya untuk ketersediaan pangan beras dalam menghadapi kontraksi El Nino," kata Syahrul dalam Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Penanganan El Nino di Kota Mataram, Sabtu (12/8/2023), seperti dikutip dari siaran pers. 

Baca Juga

Menurut Syahrul, Provinsi NTB merupakan salah satu wilayah subur yang memiliki tingkat produktivitas tinggi. Karena itu, pihaknya menginginkan agar NTB menyuplai kebutuhan beras bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia. Petani juga diharapkan mau melakukan percepatan tanam disaat air masih tersedia dengan baik.

"NTB harus berkontribusi bagi kepentingan nasional karena ancaman El Nino dalam peta kita sudah berwarna hitam, cokelat dan merah. Tapi di NTB kita masih ketemu air untuk tanam. Karena itu percepatan harus kita kawal bersama untuk mempersiapkan penanaman 500 ribu hektare sesuai perintah Bapak Presiden," katanya.

Ia mengatakan, Kementerian Pertanian, siap melakukan intervensi teknologi mekanisasi terhadap suatu daerah yang masuk pada zona kuning atau merah. Kementan juga telah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang bisa membantu petani dalam mengembangkan usaha tani.

"Pemerintah siap mengintervensi teknologi mekanisasi dan varietas tahan kering dengan pendekatan yang lebih masif. Tentu saja kita berharap El Nino ini tidak terlalu ekstrem tapi apapun namanya kita harus antisipasi dengan serius," katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, gerakan nasional penanganan El Nino di NTB ini difokuskan pada lahan potensial untuk meningkatkan indek pertanaman dengan menggunakan padi genjah dan tahan kekeringan.

Apalagi, selama ini, NTB merupakan daerah bumi gora atau bumi gogo rancah dimana penanaman padi mereka dilakukan juga di lahan kering. Terkait hal ini, pemerintah mendorong budidaya tumpangsari dan pertanian terpadu. Suwandi berharap, melalui cara itu petani bisa melakukan efisiensi biaya dan menggunakan input dari bahan organik dan alami sehingga ramah lingkungan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement