Kamis 28 May 2026 18:51 WIB

Wamentan Pastikan Harga Pangan Stabil Selama Periode Idul Adha

Pemerintah terus memantau harga bahan pokok dan distribusi pangan.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Foto: BPMI Setpres
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan harga bahan pangan pokok tetap terkendali selama momentum Iduladha 1447 Hijriyah. Pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas strategis dalam koridor harga eceran tertinggi (HET).

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), kata dia, melakukan pemantauan rutin terhadap harga kebutuhan pokok di pasar. Pengawasan dilakukan terhadap 12 komoditas pangan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.

Baca Juga

“Sejauh ini oke,” kata Sudaryono di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan pemerintah tidak ingin harga pangan bergerak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Harga yang terlalu murah dinilai merugikan petani dan peternak, sedangkan harga yang terlalu mahal membebani masyarakat.

Menurut dia, stabilitas harga pangan selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terjaga pada momentum Lebaran dan Iduladha. Fluktuasi harga disebut masih dalam batas wajar dan dapat segera dikendalikan.

“Kalau naik dan turun itu hal yang biasa. Yang penting naik cepat turun, kalau turun cepat naik,” ujar Sudaryono.

Ia mengatakan pemerintah terus menjaga agar harga jual tetap bergerak di sekitar HET. Pengendalian dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemantauan distribusi di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menyebut tingginya aktivitas kurban ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Secara nasional, jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 3,2 juta ekor atau lebih tinggi dibanding kebutuhan yang diperkirakan sekitar 2,5 juta ekor.

Menurut dia, surplus hewan kurban menunjukkan daya beli masyarakat masih kuat. Aktivitas kurban juga memberi dampak positif terhadap peternak lokal di berbagai daerah.

“Ini kan Iduladha bukan hanya hari rayanya umat Islam, tapi juga hari raya khususnya para peternak kita di seluruh Indonesia,” tutur tokoh yang akrab disapa Mas Dar ini.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan sektor peternakan di tengah target swasembada pangan dan daging nasional. Momentum Iduladha dinilai ikut meningkatkan semangat peternak rakyat di berbagai wilayah.

Sudaryono memastikan pemantauan harga pangan akan terus dilakukan selama periode hari besar keagamaan. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan harga agar distribusi pangan tetap lancar dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

photo
Sejumlah petugas memotong daging hewan kurban untuk didistribusikan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/5/2026). Masjid Istiqlal menggelar penyembelihan hewan kurban Hari Raya Iduladha pada hari ini. Total terdapat 78 hewan kurban yang disembelih, terdiri atas 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing.Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada individu setelah proses penyembelihan. Daging kurban akan disalurkan kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang telah didata oleh pihak masjid. - (Republika/Prayogi)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement