Senin 24 Jul 2023 06:30 WIB

IMF Selesaikan Tinjauan Pinjaman untuk Argentina

Argentina memiliki utang jatuh tempo dengan IMF dan hendak menambahnya.

Kelompok kiri memprotes keputusan pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membiayai kembali lebih dari $40 miliar utang di Buenos Aires, Argentina, pada 8 Februari 2022.
Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Kelompok kiri memprotes keputusan pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membiayai kembali lebih dari $40 miliar utang di Buenos Aires, Argentina, pada 8 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Dana Moneter Internasional (IMF) dalam beberapa hari mendatang akan menyelesaikan dasar perjanjian dengan Argentina atas tinjauan pinjaman senilai 44 miliar dengan IMF. embaga yang berbasis di Washington itu pada Ahad (23/7/2023) mengungkapkan Argentina memiliki pinjaman jatuh tempo pada akhir bulan ini.

"Tim Kementerian Ekonomi dan Bank Sentral Argentina serta staf IMF telah menyelesaikan aspek inti dari pekerjaan teknis tinjauan berikutnya," kata IMF di Twitter.

Baca Juga

"Tujuan dan parameter utama yang akan menjadi dasar untuk 'kesepakatan tingkat staf' telah disepakati, yang diharapkan akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan sebelum beralih ke peninjauan program Argentina," tambahnya.

Argentina menghadapi jatuh tempo dengan IMF senilai sekitar 3,4 miliar dolar AS antara 31 Juli dan 1 Agustus, pada saat cadangan bersih bank sentral sekitar 6,5 miliar dolar AS

 

Negara Amerika Selatan itu berharap mengubah tujuan ekonomi yang telah disepakati dengan dana tersebut dan mengajukan beberapa pencairan IMF yang dijadwalkan untuk tahun ini karena berjuang melawan krisis keuangan yang parah yang dapat memperburuk kekurangan cadangan.

Sumber Kementerian Ekonomi mengatakan kepada Reuters bahwa program pencairan untuk paruh kedua tahun 2023 telah ditutup dan kesepakatan tingkat staf dapat disegel pada hari Rabu atau Kamis.

Argentina, yang juga bergumul dengan inflasi tinggi dan defisit fiskal yang signifikan, telah mengalami pukulan besar terhadap pendapatan mata uang asingnya karena kekeringan parah yang melumpuhkan sumber ekspor utamanya, pertanian.

IMF mengatakan perjanjian tersebut berusaha untuk mengkonsolidasikan tatanan fiskal dan memperkuat cadangan, mengakui dampak kekeringan, serta kerusakan pada ekspor dan pendapatan pajak.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement