Kamis 13 Jul 2023 20:04 WIB

Manfaatkan Limbah Sawit, Rekind Siapkan Pabrik Percontohan

Rekind siapkan pabrik percontohan yang mampu mengubah limbah sawit.

PT Rekayasa Industri (Rekind).
Foto: facebook.com/PT-Rekayasa-Industri
PT Rekayasa Industri (Rekind).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Rekayasa Industri (Rekind) siapkan pabrik percontohan yang mampu mengubah limbah kelapa sawit atau tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi senyawa glukosa, xilosa dan lignin (GXL) melalui teknologi modern.

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengatakan, pabrik ini merupakan yang pertama di Indonesia di mana mampu menghasilkan tiga senyawa yang melahirkan produk bernilai jual tinggi, mulai dari produk kimia hingga turunan energi terbarukan (bioetanol).

Baca Juga

"Jelas ini sangat membanggakan. Kami selaku perusahaan merah putih akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan sumbangsih yang terbaik yang inovatif bagi bangsa dan negara," ujar Triyani melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Triyani menyampaikan, saat ini persiapan pabrik percontohan tersebut sudah sampai pada tahapan instalasi beberapa peralatan utama yang mengambil lokasi di Cikaret, Bogor, Jawa Barat. Rekind juga menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai Besar Industri Agro (BBIA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pabrik tersebut diharapkan dapat memaksimalkan kehadiran tiga senyawa melalui proses fraksionasi (teknik pemisahan dan pengelompokan kandungan kimia ekstrak) baik secara kimiawi, fisika maupun biologi.

Lebih lanjut, pabrik yang disiapkan untuk melakukan proses ini digadang-gadang ramah lingkungan. Limbah hasil pengolahannya bisa dijadikan pupuk, sehingga tidak ada yang tersisa.

Produk turunan yang dihasilkan senyawa GXL antara lain, glukosa produk turunannya Butandiol. Produk turunan ini merupakan zat yang biasa dipergunakan dalam produk-produk kosmetika.

Selain itu juga ada Bioethanol Fuel (bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor). Sedangkan untuk xylitol produk turunannya bisa diarahkan untuk pengembangan pabrik xylitol (pemanis alami yang bermanfaat bagi kesehatan) dan untuk lignin nantinya akan jadi BTX plant untuk industri serat sintetik dan pelembut.

"Sinergi yang kami lakukan melalui pembangunan pilot project ini semata-mata sebagai gambaran dari semangat kami dalam menghadapi perubahan industri global sekaligus sebagai jawaban atas tingginya daya saing industri nasional dewasa ini," kata Yani.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement