Ahad 09 Jul 2023 10:20 WIB

Puncak Penjualan Mobil di China akan Tembus 40 Juta Unit Per Tahun

Kepemilikan mobil di China 226 per 1.000 orang.

Sebuah IM LS7 ditampilkan di Pameran Industri Otomotif Internasional Shanghai ke-20 di Shanghai, Tiongkok Timur, 24 April 2023.
Foto: Xinhua
Sebuah IM LS7 ditampilkan di Pameran Industri Otomotif Internasional Shanghai ke-20 di Shanghai, Tiongkok Timur, 24 April 2023.

REPUBLIKA.CO.ID,SHANGHAI -- Penjualan mobil tahunan China diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 40 juta unit.

Wakil Presiden Eksekutif dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Otomotif China Fu Bingfeng mengatakan bahwa ramalan itu dibuat pada China Auto Forum 2023 di Shanghai berdasarkan faktor-faktor seperti basis populasi China yang besar dan sumber daya yang kaya.

Baca Juga

“Pada akhir 2022, ada 226 kendaraan per 1.000 orang di China,” kata Fu pada forum 3 hari yang dimulai pada 5 Juli itu.

Fu mengatakan sangat mungkin kepemilikan kendaraan di China per 1.000 orang bisa mencapai 400 unit setelah lebih dari 10 tahun industri berkembang dengan cepat.

 

Sementara itu Anggota Dewan dari China Automotive Engineering Research Institute, Liu Anmin mengatakan produsen mobil Cina mempercepat upaya mereka untuk menjelajahi pasar luar negeri dengan keunggulan mereka di sektor kendaraan energi baru, yang akan membantu ekspor kendaraan negara itu mencapai rekor tahun ini.

“China mulai melihat ekspornya melonjak sejak 2021, dan angka tersebut diperkirakan akan mencapai 4,5 juta unit tahun ini, di mana mobil listrik (NEV) kemungkinan akan berjumlah 1 juta unit,” kata Liu Anmin.

Liu memberikan perkiraan tersebut pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh CAERI dan China World National Culture Promotion Society pekan lalu di Beijing.

Perkiraan tersebut akan menandai lonjakan ekspor kendaraan China mulai tahun 2022. Pada tahun 2022, ekspor NEV China mencapai 679.000 unit, naik 120 persen tahun-ke-tahun. Mereka berupaya jumlah ekspor kendaraan menjadi 3,11 juta unit pada tahun ini, naik 54,4 persen year-on-year.

"Meningkatnya jumlah model NEV akan membantu pembuat mobil China mengeksplorasi pasar luar negeri lebih jauh, terutama yang sudah maju," kata Liu.

"Ekspor mobil China akan beralih dari produk ke seluruh rantai industri, dan jaringan penjualan serta purna jual mereka di luar negeri akan meningkat sesuai dengan itu," kata Liu.

 

 

sumber : Xinhua
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement