Selasa 27 Jun 2023 14:59 WIB

Industri Kendaraan Pintar Diimbau Jaga Keamanan Siber

Keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama dalam memastikan keamanan kendaraan.

Industri kendaraan pintar diimbau untuk menjaga keamanan siber seiring dengan kendaraan bermotor yang semakin canggih dan terkoneksi ke internet.
Foto: Reuters
Industri kendaraan pintar diimbau untuk menjaga keamanan siber seiring dengan kendaraan bermotor yang semakin canggih dan terkoneksi ke internet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri kendaraan pintar diimbau untuk menjaga keamanan siber seiring dengan kendaraan bermotor yang semakin canggih dan terkoneksi ke internet.

"Transformasi digital, penerapan teknologi generasi terbaru, dan konektivitas pada kendaraan roda empat telah membuka beragam celah kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh para pelaku kejahatan. Keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama dalam memastikan keamanan kendaraan," kata Field Chief Security Officer - Critical Industries Japan and Asia Pacific Palo Alto Networks Alex Nehmy dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (27/6/2023).

Baca Juga

Menurut Laporan Ransomware and Extortion Report 2023 yang dirilis oleh Unit 42 dari Palo Alto Networks, manufaktur dan teknologi canggih menempati posisi lima teratas sebagai industri yang paling rentan menjadi target serangan pemerasan di kawasan Asia Pasifik dan global.

Palo Alto menilai setidaknya ada empat tindakan yang dapat diterapkan oleh para produsen untuk meminimalisasi terjadinya serangan dan ancaman siber pada aplikasi mobile mereka.

Pertama, memetakan risiko keamanan siber dan tingkat keparahannya. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan apakah suatu celah keamanan merupakan ancaman bagi aplikasi serta tingkat keparahan ancamannya.

Kedua, mengetahui adanya potensi ancaman sejak dini dalam proses pengembangan aplikasi sehingga ancaman keamanan pun dapat segera ditanggulangi. Produsen mobil perlu menguji aplikasi dan sistem keamanan mobil mereka dengan menerobos keamanan dan mencari kelemahan sistem pengendalian.

Ketiga, melakukan pemantauan dan inspeksi berkelanjutan untuk menerapkan rangkaian perangkat keamanan yang komprehensif dan terintegrasi yang memungkinkan berbagai perlindungan aplikasi dalam satu solusi. Solusi yang terintegrasi menyediakan visibilitas yang lebih menyeluruh di seluruh ekosistem.

Terakhir, meningkatkan pemahaman terkait keamanan siber di dalam dan di luar lingkup organisasi yang mencakup penyediaan materi edukasi dan pelatihan untuk para distributor dan pelanggan.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement