Senin 26 Jun 2023 14:47 WIB

BUMN Distribusikan Gerakan Pasar Murah di 347 Titik

Gerakan Pasar Murah (GPM) mendukung upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nora Azizah
Warga membeli bahan pokok saat pasar murah (Foto: ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga membeli bahan pokok saat pasar murah (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung gerakan pasar murah (GPM) yang diluncurkan secara serentak pada Senin (26/6/2023). Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Kementerian BUMN melalui holding BUMN pangan atau ID Food dan Perum Bulog konsisten mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan.

"Ada tiga inisiatif utama yang dilakukan ID Food dan Bulog, salah satunya memperkuat peran BUMN dalam kelembagaan, keuangan, dan meningkatkan produktivitas di upstream," ujar Pahala saat menghadiri peluncuran GPM di Jakarta, Senin (26/6/2023).

Baca Juga

Pahala menyampaikan inisiatif berikutnya ialah optimalisasi kegiatan offtake atau penyerapan hasil produksi dan juga meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam sektor pangan nasional. 

"Kurang lebih 1,5 bulan lalu kita bersinergi menyediakan pangan dalam hal program stunting. Ini merupakan koordunasi yang dilakukan antara BUMN dan Badan Pangan Nasional (Bapanas)," kata Pahala.

 

Pahala mengatakan BUMN dan Bapanas juga berkolaborasi dalam meningkatkan cadangan pangan pemerintah. Dalam program GPM, Pahala melanjutkan, ID Food dan Bulog mendapat tugas untuk memasok komoditas primer di 347 titik di Indonesia. 

Pahala memerinci ID Food memiliki tanggung jawab mendistribusikan GPM di 91 titik, sedangkan Bulog di 256 titik lainnya. Pahala menyampaikan, Kementerian BUMN terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Bapanas mendukung kegiatan yang berkontribusi pada meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Selain menjadi pemasok yang menyediakan dan menyalurkan stok beras, kami juga melakukan berbagai upaya agar bisa melakukan importasi, distribusi minyak goreng, importasi gula, dan berbagai upaya bantuan pangan lainnya, termasuk bantuan pangan kepada keluarga rawan stunting," ujar Pahala.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement