Senin 26 Jun 2023 13:47 WIB

Sri Mulyani Alokasi Rp 112,3 Triliun Bangun Jalan Tol Hingga IKN

Anggaran ini telah disalurkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 112,39 triliun digunakan pembangunan proyek strategis nasional. Dari jumlah dana tersebut, mayoritas untuk pembangunan jalan tol sebesar Rp 95,49 triliun dan pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara sebesar Rp 60,26 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini telah disalurkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Dana tersebut digunakan untuk pembelian lahan bagi pembangunan infrastruktur.

Baca Juga

"Infrastruktur ini mayoritas digunakan jalan dan berbagai proyek strategis nasional yang disalurkan melalui LMAN," ujar Sri Mulyani saat konferensi pers, Senin (26/6/2023).

Berikut perincian anggaran pendapatan dan belanja negara yang digunakan untuk membiayai proyek strategis nasional antara lain jalan tol sebesar Rp 95,49 triliun, bendungan sebesar Rp 12,19 triliun, pelabuhan sebesar Rp 800 miliar, irigasi sebesar Rp 800 miliar, air baku sebesar Rp 64 miliar, jalur kereta api sebesar Rp 3,08 triliun, ibu kota Nusantara sebesar Rp 60,26 miliar, dan kawasan strategis pariwisata nasional sebesar Rp 85,24 miliar. 

Sri Mulyani menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga bulan kelima 2023 sangat positif, meskipun lingkungan global masih berat dan berisiko. Hingga akhir bulan lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara surplus sebesar Rp 204,3  triliun atau 0,97 persen dari produk domestik bruto.

"Volatilitas masih tinggi, geopolitik masih bergejolak, harga-harga komoditas masih terkoreksi, pelemahan global juga masih akan kita antisipasi ke depan, inflasi global juga sudah turun tapi masih tinggi," ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, lingkungan global yang masih rumit ini maka tidak mudah dan merupakan tantangan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Tapi, APBN masih solid dan kredibel, dan citra Indonesia yang dianggap sedikit negara di dunia yang masih tumbuh ekonominya positif dan APBN-nya menguat dan stabil, reputasi ini yang harus terjaga," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement