Kamis 22 Jun 2023 13:23 WIB

OJK: Kinerja Bank Umum di Kalteng Alami Pertumbuhan Tinggi

Aset bank umum per Maret 2023 capai Rp 65,33 T, meningkat dibandingkan tahun lalu.

Ilustrasi OJK. OJK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kinerja bank umum baik konvensional dan syariah di wilayah setempat mengalami pertumbuhan yang tinggi.
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi OJK. OJK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kinerja bank umum baik konvensional dan syariah di wilayah setempat mengalami pertumbuhan yang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kinerja bank umum baik konvensional dan syariah di wilayah setempat mengalami pertumbuhan yang tinggi.

"Hal ini bisa dilihat di antaranya dari sisi aset bank umum di Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 14,30 persen (yoy)," kata Kepala OJK Kalimantan Tengah Otto Fitriandy di Palangka Raya, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga

Otto menjelaskan, aset bank umum per Maret 2023 mencapai Rp 65,33 triliun, meningkat jika dibandingkan Maret 2022 sebesar Rp 57,16 triliun dan Maret 2021 sebesar Rp 52,41 triliun. Kemudian jika dilihat dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) maka juga meningkat sebesar 2,89 persen dan kredit sebesar 14,99 persen, dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) sebesar 1,33 persen.

"Kredit bank umum didominasi sektor kredit investasi yang memiliki porsi sebesar 21,47 persen dengan lima kredit sektor ekonomi terbesar meliputi pemilikan alat rumah tangga, pertanian, perburuan dan kehutanan, perdagangan besar dan eceran, pemilikan rumah tinggal dan industri pengolahan," ucapnya.

Sementara itu lima kabupaten dan kota penyaluran kredit terbesar di Kalimantan Tengah yakni Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas dan Barito Utara. Penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi pada jenis usaha non usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebanyak Rp 27,95 triliun atau sebesar 65 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.

Lebih lanjut Otto memaparkan, 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan sekaligus harapan bagi perekonomian Indonesia dengan berbagai tekanan dan isu global yang terjadi pada 2022, tetapi juga merupakan salah satu momentum dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Percepatan tersebut tentu tak lepas dari peran lembaga jasa keuangan sebagai lembaga intermediasi. Hal tersebut ditandai dari dengan kinerja industri jasa keuangan yang bangkit dan bertumbuh di paruh triwulan I 2023, termasuk di antaranya adalah perkembangan sektor perbankan," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement