Jumat 16 Jun 2023 14:05 WIB

Ini Jurus BRI Jadi Perusahaan Terbesar di Indonesia versi Forbes

Catatan laba BRI selama 2022 yang memecahkan rekor di angka 3,45 miliar dolar AS

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dan menduduki peringkat 307 dunia.
Foto: Bank BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dan menduduki peringkat 307 dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja positif yang ditorehkan perusahaan-perusahaan dari Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di dunia internasional, di antaranya dengan masuknya 8 perusahaan Indonesia di daftar 2.000 perusahaan terbesar di dunia versi majalah Forbes.

Dari daftar yang diterbitkan Forbes The Global 2000 Tahun 2023 tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dan menduduki peringkat 307 dunia.

BRI menempati peringkat teratas di antara perusahaan Indonesia yang masuk daftar tersebut, adapun 7 perusahaan lain tersebut secara berturut-turut adalah Mandiri (418), BCA (462), Telkom (787), BNI (930), Bayan (983), Adaro (1.393), dan Garuda Indonesia (1.572).

Indikator penilaian dari Forbes The Global 2000 ini berdasarkan empat komponen, yakni penjualan (sales), laba (profit), aset (assets), dan nilai pasar (market value) perusahaan terkait. BRI mencatatkan kenaikan signifikan di masing-masing komponen yang membuat peringkat BRI naik dari tahun sebelumnya yakni 349 dunia.

Terkait pencapaian tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak terlepas dari kinerja positif yang ditorehkan BRI. "Komponen yang paling jelas adalah catatan laba BRI selama 2022 yang memecahkan rekor di angka 3,45 miliar dolar AS atau Rp 51,4 triliun, tumbuh 67,15 persen secara year on year. Ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yakni 2,17 miliar dolar AS atau sekira Rp 32,2 triliun.

“Faktor peningkatan laba diperoleh dari keberhasilan BRI melakukan efisiensi menekan biaya dana (Cost of Fund) melalui perbaikan funding structure peningkatan dana murah (CASA), pertumbuhan fee based income yang merupakan buah dari transformasi digital, serta upaya optimalisasi recovery yang meningkat sebesar 33,59% year on year”, tambah Catur.

Selain itu, lanjut Catur, peningkatan laba pada tahun 2022 tersebut diikuti dengan pertumbuhan aset BRI hingga 119,84 miliar dolar AS atau Rp 1.865,64 triliun, tumbuh double digit sebesar 11,18 persen yoy. Setahun sebelumnya, aset BRI mencatat angka 117,74 miliar dolar AS atau Rp 1.750,32 triliun. Kinerja positif tersebut direspon positif oleh investor dengan meningkatnya harga saham BBRI sehingga kapitalisasi pasar atau market value BRI terus meningkat.

Terbukti di awal 2023, BBRI beberapa kali menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all time high) pada penutupan perdagangan sahan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penutupan bursa hari Selasa (13/6) tercatat saham BBRI ditutup naik Rp 150,- (2,78 persen) di level Rp5.550,- sehingga kapitalisasi pasar BBRI telah mencapai Rp 841,15 triliun. 

Kenaikan harga saham BBRI tersebut secara year to date (dari awal tahun) telah meningkat sebesar 12,35 persen sedangkan dalam 1 tahun terakhir telah tumbuh 28,18 persen.

Tak hanya empat indikator tersebut, banyak faktor yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan oleh Forbes. Seperti ketepatan waktu pengumpulan data, kebijakan pelaporan perusahaan, kebijakan pelaporan khusus negara, dan jeda waktu antara saat perusahaan merilis data keuangannya dan ketika database Forbes memverifikasinya untuk pemeringkatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement