Selasa 13 Jun 2023 17:50 WIB

El Nino Bikin 870 Ribu Hektare Sawah Kekeringan

Pemerintah melakukan pemetaan terhadap lahan sawah yang terancam el nino.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Petani menebar pupuk urea dan NPK untuk tanaman padi berusia sepuluh hari di Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (11/1/2023). Petani diimbau mempercepat tanam padi jelang el nino.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petani menebar pupuk urea dan NPK untuk tanaman padi berusia sepuluh hari di Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (11/1/2023). Petani diimbau mempercepat tanam padi jelang el nino.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan El Nino akan masuk ke Indonesia pada semester dua tahun ini. El nino diprediksi akan memberikan dampak pada 870 ribu hektare lahan pertanian Indonesia.

"El Nino berpotensi akan membuat kekeringan lahan pertanian mencapai 560 ribu hingga 870 ribu hektare," ujar Syahrul di Komisi IV DPR RI, Selasa (13/6/2023).

Baca Juga

Syahrul menjelaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif untuk menghadapi kekeringan tersebut. Mengingat, di beberapa negara juga sudah terjadi krisis pangan yang salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim.

Ia mengatakan pihaknya melakukan pemetaan lokasi terdampak kekeringan serta distribusi panen dan cadangan pangan. Selain itu, kata Syahrul, melakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, peningkatan ketersediaan peralatan dan mesin pertanian (alsintan) untuk percepatan tanam.

Juga, Kementan melakukan peningkatan ketersediaan air dengan membangun dan memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta pompanisasi.

"Kami harus mengejar masa tanam dan menggenjot produksi," kata Syahrul. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement