Jumat 09 Jun 2023 11:35 WIB

Calon Dirut Baru GoTo, Ini Sederet Pencapaian Patrick Walujo

Patrick mulai karir dunia keuangan di bank investasi terbesar di dunia Goldman Sachs.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.
Foto: Dok Goto
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengusulkan nama Patrick Walujo untuk menduduki kursi direktur utama Perseroan menggantikan Andre Soelistyo. Patrick memiliki rekam jejak panjang sebagai investor sekaligus entrepreneur. 

Nama Patrick juga sudah dikenal secara luas oleh para pelaku pasar. Kepiawaian Patrick dalam berinvestasi mengantarkan Northstar Group, firma Private Equity yang dibangunnya bersama Glenn Sugita, menjadi perusahaan investasi yang sangat diperhitungkan. 

Baca Juga

Patrick mengembangkan Northstar hingga total investasi mencapai 3,3 miliar dolar AS sejak 2007 di Asia Tenggara. Sebelum mendirikan Northstar pada 2003, Patrick pernah menduduki jabatan strategis sebagai Senior Vice President di Pacific Century Ventures Ltd di Tokyo. 

Patrick mengawali karir di dunia keuangan dengan bank investasi terbesar di dunia yaitu Goldman Sachs dan sempat berkantor di London maupun Tokyo. Salah satu investasi Patrick yang cukup sukses yaitu di PT Bank BTPN Tbk (BTPN). 

 

Bersama Jerry Ng, hanya dalam kurun waktu satu dekade, aset BTPN tumbuh 10 kali dan menjadi salah satu bank dengan aset terbesar sebelum berganti kepemilikan ke SMBC pada 2018. Duet Patrick dan Jerry Ng berlanjut ke PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Setelah diakuisisi dan melakukan dua putaran aksi korporasi berupa right issue, ARTO sukses menjadi kiblat bank digital di Indonesia sekaligus menjadi bank digital paling cepat dalam mencetak laba dengan permodalan yang sangat kuat. 

Patrick tercatat sebagai salah satu pemegang saham Bank Jago melalui perusahaan Wealth Track Technology (WTT). Mengacu pada data KSEI, WTT kini mengempit 11,69 persen saham ARTO dan sebagian lagi sebesar 21,4 persen dimiliki oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa atau yang dikenal sebagai GoPay.

Rekam jejak Patrick sebagai investment bankers juga terlihat di berbagai korporasi besar. Mulai dari industri pertambangan, telekomunikasi, logistik, fintech, bank, pembiayaan hingga startup. Patrick merupakan investor paling awal Gojek. 

Soal GoTo, Patrick bukanlah sosok yang asing. Pada 2015, Patrick lewat Northstar berinvestasi di Gojek. Setahun kemudian, Gojek dinobatkan sebagai startup Indonesia pertama yang menyandang status sebagai unicorn alias perusahaan rintisan dengan valuasi 1 miliar dolar AS.

Pertumbuhan bisnis Gojek sangat pesat. Skala ekonomi Gojek tumbuh berlipat ganda. Selang empat tahun setelah Northstar berinvestasi di Gojek, atau tepatnya setelah menyandang status sebagai unicorn, Gojek pada 2019 dinobatkan sebagai decacorn pertama di Indonesia. 

Gojek kala itu memiliki valuasi setara dengan 10 miliar dolar AS. Di tahap ini, Patrick sudah bersama dengan Gojek dalam mencapai fase pertumbuhan eksponensial dan skala keekonomian yang sangat besar.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement