Selasa 06 Jun 2023 11:56 WIB

BPS Ungkap Alasan Harga Bawang Masih Mahal

Bawang masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi Mei 2023.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Warga memilih bawang putih di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (2/6/2023).
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warga memilih bawang putih di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (2/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat saat ini harga bawang merah dan bawang putih masih menjadi salah satu penyumbang inflasi Mei 2023. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan alasan harga bawang merah dan bawang putih masih mahal.

"Jadi untuk bawang merah belum banyak suplai dari produsen sehingga produksi belum banyak," kata Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/6/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pasokan yang masuk belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat. Hal tersebut juga menurutnya terjadi saat inflasi April 2023 atau pada momen Ramadhan 2023.

"Ini sudah disampaikan saat rilis Ramadhan juga, di mana pasokan yang masuk belum sebanyak panen raya," tutur Pudji.

 

Untuk bawang putih, Pudji menyebut pasokannya masih didominasi dari impor. Sementara impor bawang putih yang masuk ke Indonesia belum secara utuh sehingga pasokan di pasar masih sangat terbatas dan mengakibatkan harga lebih mahal.

Sebelumnya, BPS mencatat inflasi pada Mei 2023 mencapai 0,09 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan inflasi tersebut secara bulanan lebih rendah dibandingkan April 2023.

"Inflasi Mei 2023 secara bulanan ini lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan April dan Mei 2022 yang masing-masing sebesar 0,33 persen dan 0,40 persen," kata Pudji.

Sementara itu, secara tahunan inflasi Mei 2023 mencapai 4,00 persen. Pudji mengatakan angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan pada April 2023 yaitu sebesar 4,33 persen namun lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2022 sebesar 3,55 persen.

Komoditas penyumbang inflasi pada Mei 2023 adalah bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, dan rokok kretek filter. Dari seluruh komoditas tersebut, yang harganya naik paling tinggi, yakni bawang merah 7,92 persen dengan andil inflasi 0,03 persen. Lalu yang menyumbang inflasi tertinggi kedua adalah bawang putih sebesar 7,07 persen dengan andil 0,02 persen.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement