Jumat 13 Mar 2026 19:04 WIB

Apakah Harga Minyak Benar-Benar Bisa Mencapai 200 Dolar AS per Barel Seperti Klaim Iran?

Harga minyak 140 dolar AS saja diperkirakan akan mengguncang ekonomi global.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Sejumlah analis menilai harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam jika gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah semakin meluas.

Pernyataan tersebut muncul setelah pejabat militer Iran memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel apabila konflik terus berlanjut.

Baca Juga

Ancaman itu disampaikan oleh juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, yang menyatakan stabilitas harga energi sangat bergantung pada keamanan kawasan Timur Tengah.

“Bersiaplah harga minyak mencapai 200 dolar per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan kawasan yang telah Anda destabilkan,” kata Zolfaqari kepada media pemerintah Iran.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang memicu konflik lebih luas di kawasan tersebut.

Selat Hormuz Jadi Kunci

Dilansir Euronews, Jumat (13/3/2026), analis energi menilai ancaman Iran berfokus pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Dengan posisi geografis yang strategis, Iran dinilai memiliki kemampuan untuk mengganggu lalu lintas energi global jika konflik semakin intensif.

Sejumlah laporan juga menyebutkan kapal-kapal dari negara netral, termasuk yang berbendera Jepang, Thailand, dan Kepulauan Marshall, menjadi sasaran gangguan dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi Iran untuk meningkatkan tekanan ekonomi global sehingga negara-negara Barat terdorong menghentikan serangan militer terhadap Iran.

photo
Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab untuk menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru dilantik, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. Almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan Israel dan AS di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement