Kamis 01 Jun 2023 16:15 WIB

Permudah Warga Desa Akses EBT, Pertamina Raih Penghargaan CSR

Hingga akhir tahun 2022, terdapat 47 program Desa Energi Berdikari Pertamina.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda
PT Pertamina (Persero) kembali meraih penghargaan, kali ini prestasi tersebut ditorehkan melalui CSR Awards 2023, yang diselenggarakan oleh B-Universe.
Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) kembali meraih penghargaan, kali ini prestasi tersebut ditorehkan melalui CSR Awards 2023, yang diselenggarakan oleh B-Universe.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) kembali meraih penghargaan di sektor CSR dalam B-Universe Awards yang digelar, pada Rabu (31/5/2023) lalu. Penghargaan CSR itu salah satunya didukung kegiatan perseroan yang memudahkan masyarakat desa mengakses energi baru terbarukan atau EBT.

VP Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan penghargaan itu sebagai bukti komitmen Pertamina dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Mengingat penghargaan tersebut diikuti oleh 800 perusahaan, hingga akhirnya terpilih 19 perusahaan penerima penghargaan.

Baca Juga

Pertamina meraih penghargaan utama kategori Energy and Basic Materials melalui Program Desa Energi Berdikari yang melakukan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk kemandirian energi dan ekonomi masyarakat.

“Pertamina telah memberikan akses Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai solusi atas tantangan kebutuhan energi masyarakat yang semakin meningkat. Program yang kami susun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan tetap berpegang pada pengembangan pilar sosial, ekonomi, lingkungan dan tatakelola,” ungkap Fadjar, Kamis (1/6/2023).

Melalui program Desa Energi Berdikari, Pertamina memberikan akses EBT kepada masyarakat sebagai solusi atas tantangan kebutuhan energi yang semakin meningkat, dan diimplementasikan bersama masyarakat.

Hingga akhir tahun 2022, terdapat 47 program Desa Energi Berdikari, di mana telah memberikan manfaat kepada 2.750 kepala keluarga dan peningkatan pendapatan masyarakat hingga lebih dari Rp 1,8 miliar per tahun. Hal itu sekaligus berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 530 ribu ton CO2 ekuivalen total reduksi emisi karbon per tahun.

Total energi yang dihasilkan dalam program ini berupa pembangkit Listrik Tenaga Surya 110.000 Wp, Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (matahari dan angin) 16.200 Wp, Gas Methana dan Biogas 605 ribu meter kubik per tahun, Micro Hydro (pemanfaatan Aliran Air) 8.000 Watt, serta Biodiesel 6.500 liter per tahun.

"Dengan adanya Desa Energi Berdikari ini diharapkan dapat menumbuhkan program pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan dengan tujuan kemandirian ekonomi dan energi," kata dia.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi, Kementerian BUMN, Tedi Bharata, mengatakan, pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement