Selasa 09 May 2023 09:22 WIB

Emas Menguat di Perdagangan Teknikal

Bayangan resesi AS membuat investor mempertimbangkan emas.

Emas (ilustrasi). Harga emas menguat dalam perdagangan teknikal pada akhir transaksi Senin (Selasa 9/5/2023 pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan tajam sesi sebelumnya, ketika investor menunggu data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini untuk petunjuk tentang jalur suku bunga Federal Reserve.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Emas (ilustrasi). Harga emas menguat dalam perdagangan teknikal pada akhir transaksi Senin (Selasa 9/5/2023 pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan tajam sesi sebelumnya, ketika investor menunggu data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini untuk petunjuk tentang jalur suku bunga Federal Reserve.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas menguat dalam perdagangan teknikal pada akhir transaksi Senin (Selasa 9/5/2023 pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan tajam sesi sebelumnya, ketika investor menunggu data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini untuk petunjuk tentang jalur suku bunga Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,40 dolar AS atau 0,41 persen menjadi ditutup pada 2.033,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.037,10 dolar AS dan terendah di 2.022,00 dolar AS.

Baca Juga

Emas berjangka anjlok 30,90 dolar AS atau 1,50 persen menjadi 2.024,80 dolar AS pada Jumat (5/5/2023), setelah melonjak 18,70 dolar AS atau 0,92 persen menjadi 2.055,70 dolar AS pada Kamis (4/5/2023), dan terangkat 13,70 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 2.037,00 dolar AS pada Rabu (3/5/2023).

"Pasar benar-benar hanya mendiskon setelah laporan upah Jumat lalu," Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan seperti dikutip Reuters, merujuk pada aksi jual yang telah membuat harga hampir tiga persen di bawah level rekor yang dicapai pekan lalu sebelum rilis data.

Data memperlihatkan akselerasi pertumbuhan pekerjaan AS pada April, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang persisten. Namun, Ghali menambahkan prospek resesi kemungkinan akan membuat pasar memperkirakan penurunan suku bunga Fed di masa depan, yang seharusnya mengarahkan "pedagang bebas untuk menggunakan modal mereka dalam bentuk emas".

Emas yang tidak memberikan imbal hasilkan memiliki daya tarik yang lebih besar bagi investor ketika suku bunga turun dan mengurangi persaingan dari aset lainnya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Yahoo Finance pada Senin (8/5/2023), Presiden Federal Reserve Bank Chicago, Austan Goolsbee memperingatkan pengetatan kredit sedang berlangsung dan kemungkinan resesi. "Jika kesengsaraan di antara bank-bank regional kembali menjadi sorotan, hal itu dapat memicu langkah lain untuk aset safe-haven ini," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS pada Senin (8/5/2023) merevisi persediaan grosir AS lebih rendah pada Maret untuk menunjukkannya tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 9,60 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 25,834 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 19,40 dolar AS atau 1,82 persen, menjadi menetap pada 1.087,70 dolar AS per ounce.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement