Jumat 28 Apr 2023 17:25 WIB

Amazon Lebih Tertarik Kembangkan AI dan Cloud

Amazon berniat mengurangi alokasi dana untuk pergudangan dan infrastruktur logistik.

Papan nama Amazon berada di atas salju di gudang Amazon di Waukegan, Illinois, AS. Amazon dikabarkan lebih tertarik pada pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang tumbuh cukup tajam usai pandemi dengan menggandakan investasi untuk sektor tersebut.
Foto: EPA-EFE/TANNEN MAURY
Papan nama Amazon berada di atas salju di gudang Amazon di Waukegan, Illinois, AS. Amazon dikabarkan lebih tertarik pada pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang tumbuh cukup tajam usai pandemi dengan menggandakan investasi untuk sektor tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amazon dikabarkan lebih tertarik pada pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang tumbuh cukup tajam usai pandemi dengan menggandakan investasi untuk sektor tersebut. Perusahaan sekaligus mengurangi alokasi dana untuk pergudangan dan infrastruktur logistik.

"Sesungguhnya kami telah menghabiskan lebih sedikit investasi dari tahun ke tahun dengan perkiraan yang semakin turun untuk bisnis penyimpanan barang dan di bidang transportasi," ungkap Kepala Bagian Keuangan Amazon Brian Olsavsky, seperti disarikan dari Business Insider, Jumat (28/4/2023).

Baca Juga

Olsavsky menjelaskan bahwa pihaknya justru telah menambahkan lebih banyak pundi dolar untuk model besar pengembangan bahasa dan AI. Karena itu, lanjutnya, Amazon menciptakan lebih banyak ruang dari sektor pergudangan dan transportasi yang akan dialihkan ke Amazon Web Service atau AWS.

AWS sendiri memang menyediakan layanan AI dan mesin pembelajaran untuk pelanggan kategori unicorn, termasuk pula layanan Stability AI and Hugging Face.

Mengacu pada laporan tahunan perusahaan 2022, diketahui bahwa perusahaan milik Jeff Bezos itu telah menghabiskan dana sekitar 58,3 miliar dolar AS atau setara Rp 851 triliun dalam belanja modal tahun lalu. Jumlah tersebut menunjukkan keinginan perusahaan pada pengembangan infrastruktur teknologi.

Sementara itu CEO Amazon, Andy Jassy sepakat pihaknya memang memiliki komitmen besar untuk mengembangkan AI dan beranggapan bahwa raksasa e-commerce itu akan menjadi satu dari sedikit perusahaan yang memprioritaskan pengembangan model bahasa secara masif yang merupakan teknologi di balik perangkat generatif AI seperti chatbots.

"Bila kita perhatikan model bahasa besar yang terkemuka saat ini, maka membutuhkan waktu bertahun-tahun dan miliaran dolar untuk membangun itu semua. Maka, akan ada sedikit sekali perusahaan yang ingin menanamkan modal untuk waktu dan uang tadi, dan Amazon adalah salah satunya," terangnya.

Jassy menambahkan bahwa ia meyakini bahwa perangkat generatif AI akan menjadi salah satu hal paling menarik untuk dikembangkan dan Amazon bercita-cita mengembangkan personal assistant terbaik di dunia.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement