Jumat 28 Apr 2023 16:59 WIB

Realisasi Investasi Kuartal I Rp 328,9 T, Didominasi Penanaman Modal Asing

Angka realisasi investasi kuartal sudah capai 23,5 persen dari target investasi 2023.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
Suasana pengerjaan proyek pembangunan rel kereta api Makassar-Pare Pare di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (27/10/2022). Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, realisasi investasi pada kuartal pertama 2023 sebesar Rp 328,9 triliun.
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Suasana pengerjaan proyek pembangunan rel kereta api Makassar-Pare Pare di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (27/10/2022). Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, realisasi investasi pada kuartal pertama 2023 sebesar Rp 328,9 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, realisasi investasi pada kuartal pertama 2023 sebesar Rp 328,9 triliun. Angka itu meningkat sebesar 16,5 persen dibandingkan periode sama pada 2022.

Realisasi investasi itu menyerap tenaga kerja sebanyak 384.892 orang. Dua persen di antaranya atau sekitar 5.334 orang merupakan tenaga kerja asing.

Baca Juga

Bahlil menuturkan, angka realisasi investasi tersebut sudah mencapai 23,5 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.400 triliun.

“Melihat pertumbuhan investasi di kuartal I 2023 yang mencapai 16,5 persen, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai kisaran 5 persen," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/4/2023).

 

Ia menyatakan, investasi tetap akan memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski secara global diprediksi melambat pada 2023.

Dalam paparannya, Bahlil menjelaskan lebih lanjut tentang kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) yang pada kuartal I 2023 mencapai Rp 177 triliun atau 53,8 persen. Angka itu melampaui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 151,9 triliun atau 46,2 persen dari capaian investasi periode ini. 

Dirinya menuturkan, saat pandemi Covid-19 pada 2021, realisasi PMA sempat turun. Hanya saja pemerintah berupaya menggenjotnya hingga angkanya naik terus.

Bahlil meyakini tingkat kepercayaan dunia usaha internasional ke Indonesia masih tetap baik. Bahkan menunjukkan peningkatan sebanyak 20,2 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.

"PMA ini (tumbuh) tinggi karena tingkat kepercayaan ke Indonesia tinggi sekali terutama di era kepemimpinan Pak Jokowi. Investor suka tanya, the next Pak Jokowi siapa? Mereka ingin pemimpin yang seperti Pak Jokowi dalam konteks investasi," tutur dia.

Khusus untuk capaian realisasi PMA, katanya, provinsi Sulawesi Tengah kembali tercatat sebagai lokasi dengan realisasi tertinggi yaitu sebesar 1,9 miliar dolar AS. Disusul oleh Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, serta Riau. 

Sementara untuk realisasi PMDN, provinsi Jawa Barat mencatatkan realisasi tertinggi sebesar Rp 21,9 triliun. Lalu diikuti oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Riau.

“Sebaran investasi ke luar Jawa terlihat di sini. Sulawesi Tengah tertinggi dan Riau masuk dalam lima besar lokasi PMA, kemudian di peringkat lima besar lokasi PMDN ada Kalimantan Timur dan Riau," jelasnya.

Kementerian Investasi, sambung dia, terus mendorong pertumbuhan investasi berkualitas yang Indonesia sentris. Pemerintah pun berusaha mendorong penciptaan berbagai kawasan ekonomi baru.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement