Jumat 28 Apr 2023 10:27 WIB

Ini Rekomendasi Saham untuk Dikoleksi Setelah Lebaran

Saham-saham sektor ritel seperti ACES dan MAPI direkomendasikan untuk dikoleksi.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan berada di dekat papan pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Saham-saham sektor ritel seperti ACES dan MAPI direkomendasikan untuk dikoleksi.
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan berada di dekat papan pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Saham-saham sektor ritel seperti ACES dan MAPI direkomendasikan untuk dikoleksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momentum Ramadhan dan Lebaran menjadi penguat kinerja emiten di sektor ritel. Sebab konsumsi masyarakat menjelang Lebaran meningkat. Optimisme tersebut turut ditopang oleh kebijakan Peraturan Pemerintah atas kewajiban pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pengusaha kepada pekerja.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mengatakan, menguatnya daya beli masyarakat dapat berpengaruh positif untuk kinerja emiten di sektor ritel karena Same Store Sales Growth (SSSG) berpotensi ikut terakselerasi ditambah lagi tingginya mobilitas masyarakat. 

Baca Juga

Pada libur Lebaran 2023 ini pemerintah untuk pertama kalinya sejak pandemi tidak lagi memberlakukan pembatasan sosial. Kebijakan tersebut dapat meningkatkan tingkat okupansi mal dan tingkat kunjungan. 

"Katalis tersebut juga memberikan sinyal positif untuk sektor ritel terkait pertumbuhan sisi top line atau pendapatannya serta berpotensi meningkatkan rasio inventory turnover," kata Ratih, Kamis (27/4/2023).

Beberapa emiten di industri ritel juga telah mengembangkan bisnis omnichannel dengan memanfaatkan platform online. Inovasi tersebut dinilai akan mengurangi beban operasional termasuk beban sewa dan beban tenaga kerja, alhasil profit margin akan meningkat. 

Kinerja emiten di sektor ritel akan tetap kuat pascalebaran, dengan mempertimbangkan terjaganya tingkat inflasi. Pada Maret 2023 angka inflasi turun menjadi 4,97 persen yoy, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,47 persen yoy.

Angka inflasi yang terjaga membuat konsumsi masyarakat khususnya untuk membeli barang tahan lama (durable goods) akan tetap solid. Selain itu, industri ritel memiliki korelasi yang cukup kuat dengan pertumbuhan ekonomi. 

Sejauh ini Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook April 2023 masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 pada level lima persen di tengah perlambatan ekonomi negara maju

Berikut rencana perdagangan dari Ajaib Sekuritas yang perlu diperhatikan menggunakan analisis teknikal:

(Buy) ACES di area Rp 446 dengan target harga pada resistance di level Rp 460 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 436.

(Buy on Weakness) MAPI di area Rp 1.340-Rp 1360 dengan target harga pada resistance di level Rp 1.520 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 1.300.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement