Senin 17 Apr 2023 07:20 WIB

Hadiri Pembukaan Hannover Messe 2023, Jokowi: Indonesia Terbuka untuk Investasi

Indonesia sangat terbuka untuk investasi dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda
 Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak menuju Hannover, Jerman, untuk membuka acara Hannover Messe 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (15/4/2023).
Foto: Dok. Republika
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak menuju Hannover, Jerman, untuk membuka acara Hannover Messe 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (15/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, Indonesia sangat terbuka untuk investasi dan kerja sama, di antaranya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sambutannya ketika menghadiri upacara pembukaan Hannover Messe 2023 di Hannover Congress Centrum, Hannover, Jerman, pada Ahad (16/4/2023).

“Indonesia tidak sedang menutup diri, justru kami sangat terbuka untuk investasi dan kerja sama dalam membangun industri hilir di Indonesia,” ucap Jokowi, dikutip dari siaran pers Istana, Senin (17/4/2023).

Dalam membangun hilirisasi industri, Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Hal ini terlihat dari proyeksi nilai investasi dalam peta jalan hilirisasi Indonesia yang mencapai 545,3 miliar dollar AS.

“Sampai tahun 2040 ada 21 komoditas dalam peta jalan hilirisasi yang diproyeksikan mencapai nilai investasi 545,3 billion dollar AS, ini peluang yang sangat besar, yang saling menguntungkan,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menekankan komitmen Indonesia dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang terlihat dari sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan dalam memperbaiki lingkungan serta upaya melaksanakan transisi energi.

“Laju deforestasi turun signifikan dan terendah 20 tahun terakhir, kebakaran hutan turun 88 persen, rehabilitasi hutan 600 ribu hektare hutan mangrove yang akan selesai direhabilitasi di tahun 2024, terluas di dunia, juga dibangun 30 ribu hektare kawasan industri hijau,” kata dia.

Di samping itu, Jokowi menyebut Indonesia juga menargetkan 23 persen sumber energi yang dihasilkan berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2025, serta berencana untuk menutup seluruh pembangkit listrik tenaga uap batu bara di tahun 2050.

“Indonesia juga ingin memastikan transisi energi menghasilkan energi yang terjangkau bagi masyarakat kita,” lanjutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement