Rabu 12 Apr 2023 17:31 WIB

Cadangan Beras Pemerintah Saat Ini 267 Ribu Ton

Realisasi serapan beras dalam negeri hingga 6 April kemarin mencapai 93 ribu ton.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Satpol PP memeriksa tumpukan gula dan gandum saat sidak stok sembako  di distributor sembako Arista, Sleman, Yogyakarta, Selasa (4/4/2023). Bupati Sleman, Kustini melakukan inspeksi ke gudang distributor sembako di Sleman untuk menjamin ketersediaan jelang Lebaran Idul Fitri 2023. Beberapa komoditas yang dipantau diantaranya beras, minyak, daging ayam ras, telur ayam ras, gula, dan bawang.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Satpol PP memeriksa tumpukan gula dan gandum saat sidak stok sembako di distributor sembako Arista, Sleman, Yogyakarta, Selasa (4/4/2023). Bupati Sleman, Kustini melakukan inspeksi ke gudang distributor sembako di Sleman untuk menjamin ketersediaan jelang Lebaran Idul Fitri 2023. Beberapa komoditas yang dipantau diantaranya beras, minyak, daging ayam ras, telur ayam ras, gula, dan bawang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog mencatatkan cadangan beras pemerintah saat ini sebesar 267 ribu ton. Realisasi serapan beras dalam negeri hingga 6 April kemarin mencapai 93 ribu ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan Perum Bulog akan memaksimalkan serapan produksi dalam negeri. Saat ini total stok beras bulog mencapai 283 ribu ton dengan rincian stok CPP 267 ribu ton dan stok komersial 16,4 ribu ton.

Baca Juga

"Stok kedepannya akan semakin meningkat, dengan adnaya pengadaan beras dalam negeri," ujar Budi saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (11/4/2023).

Stok cadangan pemerintah yang tipis ini berbanding terbalik dengan klaim Menteri Pertanian yang menyebutkan panen raya di sejumlah wilayah. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim panen raya.

 

“Kami (Kementan) selalu bersama rakyat, petani, bersama Gubernur dan para Bupati di lapangan merasa kunjungan ini memberi arti, salah satu adalah perhatikan agar kesejahteraan petani bukan hanya menanam kemudian ditinggalkan begitu saja,” kata Syarul.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo melakukan panen raya padi di Desa Lajer Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen, Kamis (9/3). Panen padi yang dilakukan Presiden tersebut menandai panen padi yang dilakukan serentak di 30 propinsi dan 113 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai informasi, produksi padi nasional tahun 2022 sebesar 54,75 juta ton GKG mengalami kenaikan 0,61 persen jika dibandingkan tahun 2021, 54,42 juta ton.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement