Jumat 07 Apr 2023 10:14 WIB

Pertamina Tingkatkan Stok Nasional BBM Periode Lebaran

Ketahanan BBM Pertalite saat ini di posisi 17 hari dan ketahanan solar 20 hari.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertalite di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis (29/9/2022). PT Pertamina (Persero) memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk menghadapi lonjakan lalu lintas arus mudik dan balik pada periode libur Lebaran tahun ini.
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertalite di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis (29/9/2022). PT Pertamina (Persero) memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk menghadapi lonjakan lalu lintas arus mudik dan balik pada periode libur Lebaran tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk menghadapi lonjakan lalu lintas arus mudik dan balik pada periode libur Lebaran tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyampaikan, ketahanan BBM Pertalite saat ini dalam posisi 17 hari sedangkan ketahanan solar 20 hari. "Stok nasional dalam kondisi aman dan akan terus dijaga produksinya," kata Irto kepada Republika, Jumat (7/4/2023).

Baca Juga

Pemerintah telah resmi menetapkan tanggal cuti bersama mulai 19 hingga 26 April. Adapun angka pemudik diproyeksi meningkat dari 85 juta tahun 2022 menjadi 123 juta pada tahun ini. Adapun, berbagai persiapan juga sudah dipetakan agar layanan dan kebutuhan BBM termasuk Avtur dan gas LPG terpenuhi dengan baik mengingat potensi kepadatan di jalur-jalur mudik utama sangat mungkin terjadi.

Pertamina Patra Niaga pun telah mengaktifkan kembali Tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1444 H dimulai sejak 1 April hingga 2 Mei 2023. Tim terdiri dari grup Pertamina, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, BPH Migas, Kepolisian, TNI, Jasa Marga, dan Telkom

 

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sarana dan fasilitas utama yang meliputi 114 Terminal BBM, 23 Terminal LPG, lebih dari 7.400 SPBU, 667 SPBE, 4.972 Agen LPG, dan 68 DPPU.

"Baik stok maupun penyaluran di berbagai sarana dan fasilitas ini akan dimonitor di Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC) yang siaga selama 24 jam, termasuk ada koneksi CCTV ke 617 SPBU di jalur utama," ujar Alfian.

Selain layanan utama, layanan siaga serta layanan tambahan juga disiapkan, antara lain 1.505 SPBU Siaga, 5.471 Agen LPG Siaga, 43 Kiosk Pertamina Siaga, 391 Motoris Pertamina Delivery Service (PDS), 201 Mobil Tanki Standby, penambahan tanki di SPBU khususnya di kepulauan kecil, dan 13 Rumah Pertamina Siaga.

"Layanan siaga dan layanan tambahan ini kami siapkan untuk di jalur utama, jalur rawan bencana atau cuaca ekstrim, jalur rawan kemacetan, serta lokasi-lokasi wisata yang sudah kami petakan," ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement