Kamis 06 Apr 2023 14:04 WIB

Rencana Impor Beras 2 Juta Ton, Jokowi: Antisipasi El Nino

Impor beras tersebut dilakukan untuk memenuhi cadangan beras Bulog.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Beras Food Station, Cipinang, Jakarta, Jumat (3/2/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak dua juta ton.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pekerja melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Beras Food Station, Cipinang, Jakarta, Jumat (3/2/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak dua juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak dua juta ton. Ia mengatakan, impor beras tersebut dilakukan untuk memenuhi cadangan beras Bulog karena adanya ancaman El Nino atau musim kemarau yang akan memicu terjadinya kekeringan dan bisa berpengaruh terhadap produksi beras.

“Itu untuk cadangan Bulog. Karena kemungkinan akan ada yang namanya El Nino kering panjang. Sehingga Bulog, Badan Pangan mempersiapkan diri dengan memperkuat cadangan berasnya,” kata Jokowi dalam keterangannya usai menanam padi di Kawasan Daulat Pangan Serikat Petani Indonesia, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/4/2023).

Baca Juga

Jokowi mengatakan, El Nino juga mengancam berbagai negara lainnya seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan. Sehingga, jika musim kemarau panjang terjadi, pemerintah pun sudah mengantisipasinya dengan melakukan pengadaan beras impor.

“Jangan sampai nanti pas sudah musim kering panjang kita bingung mau beli beras ke Thailand, ke Vietnam, ke India, ke Pakistan barangnya tidak ada. Ini yang kita hindari karena El Nino tidak hanya di Indonesia saja, di negara-negara itu juga terjadi,” jelas Jokowi.

 

Jokowi menyampaikan, antisipasi pengadaan beras impor ini juga dilakukan agar tidak mengganggu harga gabah petani jika El Nino terjadi. Menurut dia, impor beras sebanyak dua juta ton ini akan datang secara bertahap ke Indonesia.

Seperti diketahui, Badan Pangan Nasional telah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor dua juta ton beras hingga akhir tahun ini. Tahap pertama, Bulog diminta segera mendatangkan sebanyak 500 ribu ton. Impor beras ini dilakukan untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP).

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemerintah akan menempuh berbagai cara demi mengamankan pasokan beras di dalam negeri. “Pemerintah akan melakukan apapun untuk 270 juta masyarakat yang itu harus makan. Badan Pangan tentunya menyampaikan kondisi riil di lapangan,” kata Arief.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement