Rabu 05 Apr 2023 09:35 WIB

Jasindo Bidik Premi Tumbuh Jadi Rp 3,99 Triliun pada 2023

Target premi Jasindo meningkat 22 persen bila dibandingkan 2022.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Jajaran direksi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) di acara Buka Puasa Bersama Wartawan di Jakarta, Selasa (4/4/2023).
Foto: Republika/Retno Wulandhari
Jajaran direksi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) di acara Buka Puasa Bersama Wartawan di Jakarta, Selasa (4/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menargetkan premi pada tahun ini bisa mencapai Rp 3,99 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 22 persen dibandingkan perolehan premi tahun lalu yang mencapai Rp 3,2 triliun. 

Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia Diwe Novara mengatakan, pertumbuhan premi ini utamanya masih akan ditopang oleh sektor korporasi dengan porsi sebesar 70 persen. Sementara bisnis ritel akan menopang sebesar 30 persen. 

Baca Juga

"Kami juga menargetkan bisnis baru di luar yang sudah ada sebesar 35 persen," ujar Diwe di Jakarta, Selasa (4/4/2023).

Menurut Diwe, Jasindo juga akan fokus ke bisnis yang menjadi piroritas utama perusahaan. Jasindo masih akan tetap menjalankan penugasan pemerintah mulai dari asuransi jaminan kesehatan bagi pejabat tinggi negara, asuransi usaha tani padi, asuransi kandang sapi dan asuransi barang milik negara.

 

Jasindo juga akan menagkap peluang pertumbuhan dari momentum mudik lebaran. Diwe meyakini, euforia mudik bisa mendorong kenaikan premi asuransi perjalanan sampai dengan minimal 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Direktur Bisnis Strategis PT Asuransi Jasa Indonesia Syah Amondaris memastikan perusahaan akan terus mempertahankan kinerja positif pada tahun 2023. "Strateginya, kami akan kembali ke core bisnis yang melayani sektor korporasi khususnya dan kami juga akan coba masuk ke swasta," kata Aris menjelaskan. 

Aris menjelaskan, Jasindo akan fokus ke beberapa sektor antara lain properti, energi, hingga tanggung gugat. Jasindo juga akan menjelajahi lebih jauh tentang ekosistem BUMN. Artinya, Jasindo tidak hanya akan menggarap induk BUMN, tetapi juga anak dan cucu usahanya. 

 

 

Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia Diwe Novara optimistis industri asuransi Tanah Air akan tetap bertumbuh di tahun ini meski dibayangi ketidakpastian global. Diwe meyakini industri asurani umum domestik dapat mencapai target pertumbuhan dikisaran 7-9 persen di 2023.

Menurut Diwe, faktor utama yang menopang proyeksi positif industri asuransi adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia. World Bank memperkirakan pertumbuham ekonomi Indonesia mencapai 4,9 persen tahun ini. 

"Kami yakin dengan optimisme tersebut industri asuransi akan tumbuh linier sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," tutur Diwe. 

Diwe tidak menampik ada banyak tantangan yang dapat mempengaruhi kinerja industri asuransi pada tahun ini. Meski demikian, Diwe menilai ruang pertumbuhannya sangat besar melihat tingkat penetrasi asuransi yang masih sangat rendah.

Diwe juga meyakini dukungan pemerintah akan turut mendongkrak pertumbuhan industri asuransi. Menurutnya, stimulasi perekonomian Indonesia sangat nyata di 2023 mulai dari realisasi Ibu Kota Negara (IKN) hingga bantuan paket ekonomi bisa mendorong pertumbuham ekonomi dan juga pertumbuhan asuransi lebih baik di 2023. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement