Sabtu 01 Apr 2023 19:40 WIB

Pos Indonesia Kembali Dapat Amanat Salurkan Bansos Sembako dan PKH

Pos Indonesia menyalurkan bantuan ke 514 kabupaten dan kota.

PT Pos Indonesia (persero) kembali mendapatkan amanat dari Kementerian Sosial, untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako sekaligus Program Keluarga Harapan (PKH) pada Maret 2023.
Foto: Istimewa
PT Pos Indonesia (persero) kembali mendapatkan amanat dari Kementerian Sosial, untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako sekaligus Program Keluarga Harapan (PKH) pada Maret 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pos Indonesia (persero) kembali mendapatkan amanat dari Kementerian Sosial, untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako sekaligus Program Keluarga Harapan (PKH) pada Maret 2023. Ketua Satgas Bansos Pos Indonesia (Persero), Hendra Sari dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (1/4/2023) menyatakan pada kuartal I 2023 awalnya mendapatkan amanah untuk menyalurkan bansos sembako di 83 kabupaten/kota yang selama ini merupakan daerah cukup sulit untuk penyaluran.

Dalam perkembangannya, Pos Indonesia menerima tambahan data dari Kemensos untuk menyalurkan tidak hanya di 83 kabupaten/kota, tetapi mencapai 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. "Terjadi penambahan 1,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Saat ini jumlah penerima 2,3 juta KPM," katanya.

Baca Juga

Untuk 83 kabupaten/kota dialokasikan 1,1 juta KPM penerima bansos sembako dan PKH, tambahnya, yang sudah disalurkan 900 ribu KPM atau sekitar 90 persen. Dari 83 kabupaten/kota tersebut sebagian besar berlokasi di wilayah Indonesia Timur. 

Jumlah penerima bantuan di Papua hampir 400 ribu KPM. Ada juga di Ambon, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, yang cukup menantang dalam penyalurannya.

Untuk penyaluran di Papua, kata Hendra Sari, kuncinya harus berkoordinasi dengan pemda dan keamanan setempat untuk menghindari risiko yang cukup besar.

Nominal bantuan yang akan diberikan kepada KPM, yaitu bansos sembako untuk tiga bulan dengan rincian per bulan Rp 200 ribu, sehingga total Rp 600 ribu, sementara nominal bantuan PKH bervariasi antara Rp 250 ribu hingga Rp 3 juta.

Nominal PKH yang berbeda-beda ini, tambahnya, karena data KPM yang berbeda-beda, seperti KPM yang memiliki anak usia sekolah, balita, ibu hamil, lansia, dan anggota keluarga yang lumpuh atau cacat.

Dikatakannya, penyaluran bansos sembako dan PKH bulan ini tergolong istimewa karena berbarengan dengan Ramadhan sehingga perlu dilakukan percepatan karena makin mendekati hari raya Idul Fitri.

"Kami berusaha memaksimalkan sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya agar sebelum KPM mudik, sudah mendapatkan haknya. Sehingga tujuan Kemensos menyalurkan bantuan agar membantu ekonomi KPM dapat tercapai," ucapnya.

Pada kesempatan itu Hendra Sari mengingatkan masyarakat meski menerima bantuan dari pemerintah, setiap penerima diharapkan tidak lantas menggantungkan hidup selamanya pada bantuan, sebab, bantuan tersebut hanya bersifat sementara.

"Jika dana bansos dimanfaatkan dengan tepat maka akan membantu keluarga menjadi lebih baik, dan pada akhirnya tidak lagi menerima bantuan, menjadi keluarga lebih sehat dan sejahtera. Gunakan peruntukan sesuai kebutuhan. Untuk pedagang gunakan sebagai modal berdagang. Gunakan dengan bijak," tuturnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement