Sabtu 18 Mar 2023 11:57 WIB

Meski Sudah 'Diselamatkan', Credit Suisse Dinilai Masih Diambang Kejatuhan

Credit Suisse dapat menjual atau menghentikan beberapa bisnis atau dibeli UBS.

Rep: Novita Intan/ Red: Lida Puspaningtyas
Credit Suisse telah diselamatkan sejenak oleh Bank Nasional Swiss dan rencananya dibeli oleh UBS.
Foto: EPA-EFE/MICHAEL BUHOLZER
Credit Suisse telah diselamatkan sejenak oleh Bank Nasional Swiss dan rencananya dibeli oleh UBS.

REPUBLIKA.CO.ID, Setidaknya empat bank besar, termasuk Societe Generale SA dan Deutsche Bank AG membatasi perdagangan baru yang melibatkan Credit Suisse Group AG atau sekuritasnya. Hal ini dikarenakan Bank Credit Suisse di ambang kejatuhan usai harga sahamnya anjlok lebih dari 20 persen.

Seperti dilansir dari laman Reuters, Sabtu (18/3/2023) Credit Suisse menolak berkomentar. Sikap hati-hati yang diadopsi oleh saingan Credit Suisse, muncul setelah bank sentral Swiss memberikan bantuan. Credit Suisse bermaksud untuk meminjam hingga 50 miliar franc Swiss atau sekitar 54 miliar dolar AS dari Bank Nasional Swiss untuk meningkatkan likuiditasnya.

Baca Juga

Pembatasan menambah masalah bank saat mencoba restrukturisasi dan menemukan serangkaian skandal yang merugikan.

Kepala keuangan Credit Suisse Dixit Joshi dan timnya akan mengadakan pertemuan selama akhir pekan untuk menilai skenario strategis bank. Lima orang yang memiliki pengetahuan langsung tentang rekanan perdagangan bank tersebut meminta anonimitas karena sensitivitas situasi.

 

Sementara itu, Deutsche Bank memangkas nilai pinjaman yang diberikannya ke sekuritas Credit Suisse, seperti obligasi, yang disiapkan oleh klien manajemen kekayaannya sebagai jaminan pinjaman. Sebelumnya, bank akan menilai mereka sekitar 70 persen hingga 80 persen dari nilai nominal.

Bisnis perbankan swasta HSBC Holdings Plc juga telah mulai meneliti pinjamannya yang terkait dengan sekuritas Credit Suisse, yang berada di tangan klien di Eropa dan Asia. Seorang sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan bahwa bank belum mengambil keputusan untuk mecairkan penyalurannya. Mereka mengawasi perkembangan dengan cermat dan akan mengambil keputusan awal minggu depan.

Sumber lain bank global besar, yang berhubungan langsung dengan Credit Suisse di Asia, mengatakan bank mereka telah mulai meminta penyelesaian dari Credit Suisse. Bank global lain telah mengurangi eksposur tanpa jaminan ke Credit Suisse, yang mencakup semua pinjaman tanpa agunan, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Bank masih memberikan perjanjian pembelian kembali, yang merupakan pinjaman yang dijamin. Di Asia, pialang menengah Cina yang sebelumnya memperdagangkan obligasi dan memasuki kontrak derivatif dengan Credit Suisse, berhenti mengambil risiko rekanan dengan pemberi pinjaman Swiss.

"Kami memenuhi dan pada dasarnya melampaui semua persyaratan peraturan. Modal kami, basis likuiditas kami sangat kuat," kata Chief Executive Ulrich Koerner.

Credit Suisse mengatakan bahwa rasio cakupan likuiditas rata-rata yaitu 150 persen pada 14 Maret. Jumlah tersebut sama seperti pada 8 Maret sebelum AS harus turun tangan untuk menjamin. Simpanan di dua bank AS memicu aksi jual saham dan obligasi pemberi pinjaman.

Namun, dengan kepercayaan investor yang masih lemah, beberapa analis mengatakan pinjaman dari bank sentral hanya memberi waktu kepada Credit Suisse untuk memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya secara strategis untuk memulihkan profitabilitas.

Di antara skenario yang mungkin terjadi, analis, bankir, dan investor berspekulasi bahwa Credit Suisse dapat menjual atau menghentikan beberapa bisnis yang ada dengan potensi perpecahan.

Dalam perkembangan terbaru, raksasa perbankan UBS juga sedang dalam diskusi untuk mengambil alih semua atau sebagian Credit Suisse. Keduanya pemberi pinjaman terbesar Swiss itu dikabarkan akan bertemu secara terpisah selama akhir pekan.

Bank Nasional Swiss dan regulator FINMA sedang mengorganisir pembicaraan dalam upaya untuk membangun kepercayaan sektor perbankan negara itu.

Pada Jumat malam, regulator Swiss memberitahu rekan-rekan mereka di Amerika Serikat dan Inggris Raya bahwa penggabungan kedua bank merupakan rencana A bagi mereka untuk menyelamatkan kepercayaan di Credit Suisse.

Beberapa opsi lain juga sedang didiskusikan antara kedua bank karena kedua belah pihak mencoba mengevaluasi kendala peraturan yurisdiksi yang berbeda. Fokus bank sentral Swiss untuk menyetujui solusi langsung sebelum pasar dibuka pada hari Senin.

Credit Suisse dan UBS menolak mengomentari laporan tersebut. Bank Nasional Swiss dan FINMA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement