Selasa 14 Mar 2023 23:25 WIB

AP Logistik Tawarkan Pengiriman Ekspor dengan Layanan Multimoda

Hal itu untuk memberikan efisiensi pengiriman barang.

Pekerja membawa kargo untuk dinaikkan ke pesawat (ilustrasi). PT Angkasa Pura Logistik (APLog) anak perusahaan dari Angkasa Pura I membuka pengiriman ekspor dengan menggunakan layanan multimoda yaitu ATA (APLog to APLog).
Foto: MUHAMMAD IQBAL/ANTARA
Pekerja membawa kargo untuk dinaikkan ke pesawat (ilustrasi). PT Angkasa Pura Logistik (APLog) anak perusahaan dari Angkasa Pura I membuka pengiriman ekspor dengan menggunakan layanan multimoda yaitu ATA (APLog to APLog).

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- PT Angkasa Pura Logistik (APLog) anak perusahaan dari Angkasa Pura I membuka pengiriman ekspor dengan menggunakan layanan multimoda yaitu ATA (APLog to APLog). Hal itu untuk memberikan efisiensi pengiriman barang.

Direktur Utama APLog, Danny Thaharsyah mengatakan, layanan ATA ini merupakan kerja sama APLog dengan layanan groundhandling dan maskapai. Layanan ini juga telah mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta izin Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) dari Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura I.

Baca Juga

"Layanan multimoda adalah pengiriman barang melalui dua moda transportasi atau lebih dalam satu dokumen. Multimoda sebagai alternatif pengiriman barang, khususnya ekspor melalui udara, agar lebih efisien dalam pengiriman logistik," katanya saat inaugurasi Pengiriman Ekspor melalui Multimoda oleh APLog bertajuk "The Winning Export Performance of East Java"di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/3/2023).

Ia mengatakan, APLog menjamin keamanan barang multimoda dengan adanya dua segel, GPS, dan CCTV yang bisa dipantau atau dilacak secara real time. Sehingga, barang terkirim dengan aman dan tepat waktu.

"Kegiatan pengiriman ini merupakan yang pertama kali dilakukan dari Jawa Timur ke Bali menggunakan multimoda, dengan alat angkut darat dilanjutkan dengan pesawat untuk tujuan ekspor," ujarnya.

Ia mengatakan, Bali dipilih karena di bandara tersebut memiliki tujuan ekspor yang cukup banyak, menyusul banyak pesawat berbadan lebar yang mendarat di bandara tersebut.

"Selain itu, layanan ini juga mempermudah pelaku ekspor karena layanan pengiriman bisa dilakukan di Bandara Juanda. Ini sangat efisien karena sebelumnya layanan pengiriman harus ke Bali. Namun dengan layanan multimoda ini, pelaku usaha bisa mengirim dari Juanda dan memastikan barang tersebut bisa sampai," ucap dia.

Dirinya mengeklaim, dengan layanan multimoda ini maka biaya ekspor bisa ditekan antara 20 sampai dengan 25 persen.

"Untuk tahap awal pengiriman sekitar satu ton. Tetapi kami sudah menyiapkan truk dengan kapasitas sampai dengan sembilan ton. Ini tergantung dari kebutuhan pelaku usaha. Ini juga membuka peluang pelaku UMKM melakukan ekspor," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement