Rabu 01 Mar 2023 20:15 WIB

Laba MUF Naik Hingga 225 Persen Dibanding 2021

Sepanjang 2022, MUF mengantongi laba Rp 333 miliar.

Logo Mandiri Utama Finance.
Foto: muf.co.id
Logo Mandiri Utama Finance.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan pembiayaan Mandiri Utama Finance (MUF), anak usaha BUMN Bank Mandiri, mencatat kinerja positif di akhir tahun 2022 dengan membukukan kenaikan laba hingga 225 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang 2022, MUF mengantongi laba Rp 333 miliar. Angka ini naik signifikan dibanding laba tahun 2021 yang hanya mencapai Rp102,36 miliar.

Baca Juga

"Kami bersyukur telah melalui tahun 2022 yang cukup menantang dengan hasil kinerja yang sangat memuaskan sehingga berhasil naik secara signifikan dari segi pembiayaan, pendapatan laba dan ROE," kata Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja melalui pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (1/3/2023).

Tingkat saldo piutang pembiayaan (managed) pada 2022 mengalami pertumbuhan dengan angka Rp 24,51 triliun atau naik sekitar 47,5 persen dari Rp 16,62 triliun di tahun sebelumnya. Rasio kredit macet berhasil ditekan dan tetap terjaga di bawah persentase satu persen.

Adapun tingkat persentase nilai Return of Equity (ROE) secara keseluruhan di tahun 2022 naik dari 143,3 persen menjadi 44,5 persen. Pencapaian penyaluran pembiayaan new booking sebelumnya Rp 11,60 triliun pada 2021, melesat hingga menyentuh angka Rp 17,90 triliun pada akhir 2022 atau meningkat sebesar 54,3 persen (year-on-year/yoy).

Sementara penyaluran pembiayaan melalui MUF Online AutoShow (MOAS) juga berhasil meningkatkan volume transaksi pembiayaan sebanyak 11.134 unit pada 2022 atau naik 58 persen dibandingkan tahun lalu.

Stanley menambahkan bahwa tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hal ini dibuktikan dengan MUF yang berhasil menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik sebesar Rp 60,13 miliar.

"MUF sebagai perusahaan pembiayaan berperan dalam berkontribusi terhadap pergerakan perekonomian nasional serta turut mendorong momentum kebangkitan industri otomotif di Tanah Air. Industri multifinance harus terus tumbuh untuk menjadi connecting bagi kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki kendaraan," pungkas Stanley.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement