Selasa 21 Feb 2023 18:54 WIB

Pemerintah Dorong UMKM Berani Ekspor

Jumlah ikan kayu yang akan di ekspor ke Jepang sebanyak 11,2 ton

Nelayan menurunkan ikan tuna sirip kuning dari perahu setelah kembali dari melaut di pasar ikan tradisional Lampulo di Banda Aceh, Indonesia, Salasa (31/1/2023). Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian negara tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,3 persen seiring ekspor dan konsumsi masyarakat terus menguat.
Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Nelayan menurunkan ikan tuna sirip kuning dari perahu setelah kembali dari melaut di pasar ikan tradisional Lampulo di Banda Aceh, Indonesia, Salasa (31/1/2023). Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian negara tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,3 persen seiring ekspor dan konsumsi masyarakat terus menguat.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Pemerintah terus mendorong agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berani melakukan ekspor ke berbagai negara.

"Kami akan mendukung dan memfasilitasi, sehingga produk unggulan Kota Bitung, bisa masuk pasar internasional," kata Walikota Bitung Maurits Mantiri, di Bitung, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga

Walikota mengatakan terkait pelaksanaan ekspor tersebut pemerintah Kota Bitung sangat mendukung.

"Kami mendorong mereka untuk berani melakukan ekspor, karena ini menjadi harapan kami ada UMKM Kota Bitung yang bisa ekspor produk mereka," Ujar Walikota.

Dirinya juga mengatakan kegiatan ini terselenggara karena bentuk dari kolaborasi baik pemerintah maupun swasta.

"Ini bentuk dari kerja bersama dari Forkopimda, SKPD dan juga masyarakat Bitung karena kita harus punya tujuan yang sama dan ini adalah perintah bapak Presiden," jelasnya.

Pihaknya sebagai kepala daerah harus melaksanakannya, kerja dengan detail dan jangan hanya bicara dan kurang eksekusi.

Bertempat di Koperasi Serba Usaha (KSU) Mantiri Bahari Jaya, Walikota Bitung Maurits melepasan Ekspor Ikan Kayu, sinergitas KSU Bahari Jaya, Koperasi KRA JPKP, PT. SIJ dan PT Arta Samudera Pasifik.

Pelepasan tersebut ditandai dengan pemasangan segel pada konteiner yang berisikan ikan kayu.

Diketahui, jumlah ikan kayu yang akan di ekspor ke Jepang sebanyak 11,2 ton dengan nilai 12.331.400 Yen atau Rp 1,4 Miliar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement