Sabtu 11 Feb 2023 14:21 WIB

PDB Malaysia Tumbuh 8,7 Persen pada 2022

Indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja kuat ialah permintaan domestik.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, kiri, dan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mendengarkan lagu kebangsaan mereka saat upacara penyambutan di Government House di Bangkok, Thailand, Kamis, 9 Februari 2023.
Foto: AP Photo/Sakchai Lalit
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, kiri, dan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mendengarkan lagu kebangsaan mereka saat upacara penyambutan di Government House di Bangkok, Thailand, Kamis, 9 Februari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 8,7 persen secara tahunan (year on year) sepanjang 2022. Pertumbuhan ini jauh melampaui pertumbuhan PDB 3,1 persen (yoy) pada 2021.

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim seperti dikutip dalam pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia, Sabtu (11/2/2023). Anwar mengatakan pencapaian PDB sebesar itu didukung oleh kinerja ekonomi yang kuat pada kuartal IV 2022, yang terlihat dari pulihnya belanja swasta dan investasi, penurunan pengangguran dan penguatan mata uang ringgit.

Baca Juga

Hal itu, kata dia, jelas menunjukkan pulihnya kepercayaan konsumen, bisnis dan investor terhadap perekonomian nasional Malaysia.

Di antara indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja kuat pada kuartal IV 2022 adalah permintaan domestik. Ini didorong oleh konsumsi swasta menyusul membaiknya prospek pasar tenaga kerja dan kepercayaan dunia usaha yang tetap positif.

 

Pasar tenaga kerja mempertahankan tingkat kesempatan kerja secara penuh. Tingkat pengangguran berkurang menjadi 3,6 persen pada Q4 2022 dari 3,7 persen pada Q3 2022.

Ringgit Malaysia (RM) menguat sebesar 5,3 persen terhadap dolar AS dan terhadap mata uang dari mitra-mitra dagang utamanya.

Perdagangan luar negeri terus mencatat pertumbuhan dua digit, selain kinerja penanaman modal asing langsung (FDI) yang cukup baik.

Volume perdagangan Q4 2022 tumbuh sebesar 14,8 persen menjadi 718,7 miliar RM (sekitar Rp 2.519 triliun). Ekspor bruto dan impor meningkat masing-masing sebesar 11,8 persen dan 18,7 persen.

Malaysia juga mencatat nilai bersih FDI sebesar 19,3 miliar RM (sekitar Rp 67,658 triliun) pada Q4 2022, naik dari Rp 12,3 miliar RM pada Q3 2022.

Pertumbuhan PDB Malaysia diperkirakan akan moderat pada 2023, sejalan dengan prospek ekonomi global terbaru oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan menurun dari 3,4 persen pada 2022 menjadi 2,9 persen pada 2023.

Dengan lingkungan ekonomi global yang semakin menantang, kata Anwar, APBN Malaysia 2023 akan menjabarkan strategi pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan keyakinan sektor swasta untuk melanjutkan momentum pertumbuhan 2022 demi kesejahteraan rakyat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement