Senin 30 Jan 2023 19:26 WIB

KPPU Temukan Praktik Jual Bundling Minyakita

Praktik tying dan bundling ditemukan di Balikpapan dan Samarinda.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Petugas melakukan persiapan untuk pengiriman minyak goreng Minyakita yang telah dikemas dalam kontainer ke Indonesia bagian timur, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Pemerintah mulai mengirimkan 1,3 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per kilogram ke wilayah timur Indonesia guna menstabilkan harga khususnya di wilayah NTT, Maluku dan Papua.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas melakukan persiapan untuk pengiriman minyak goreng Minyakita yang telah dikemas dalam kontainer ke Indonesia bagian timur, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Pemerintah mulai mengirimkan 1,3 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per kilogram ke wilayah timur Indonesia guna menstabilkan harga khususnya di wilayah NTT, Maluku dan Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan telah terjadi kelangkaan pasokan minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita. Kelangkaan itu disertai adanya praktik tying hingga bundling yang memaksa konsumen Minyakita membeli produk lain.

Kepala Kantor Wilayah V KPPU, Manaek Pasaribu menuturkan, praktik tersebut ditemukan di Balikpapan dan Samarinda. Praktik penjualan minyak goreng dilakukan secara bersyarat.

Baca Juga

Penjualan Minyakita dibatasi maksimal dua liter per orang. Tidak hanya itu, setiap pembeli juga diharuskan membeli sabun cuci piring dengan merek tertentu.

"Ini terjadi di berbagai lini, antara produsen dengan distributor besar maupun antara distributor besar dengan pengecer," kata Manaek dalam konferensi pers virtual, Senin (30/1/2023).

 

Ia menuturkan, pembatasan stok maksimal sebanyak dua liter karena pasokan yang cukup langka. Berdasarkan pemantauan lapangan, suplai Minyakita, khususnya, kurang lancar sejak Desember 2022. Mengacu pada informasi dari para pengecer setempat, pasokan memang sulit diperoleh. Jika ada, cukup terbatas.

Kepala Kantor Wilayah III KPPU, Lina Rosmiati, menambahkan, ditemukan praktik tying Minyakita dengan margarin oleh distributor ke agen Minyakita di wilayah Banten. Namun, baru ditemukan satu kasus.

Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Renamanggala, mengatakan, pihaknya bakal bertemu Kementerian Perdagangan untuk mengetahui duduk persolan minyak goreng. KPPU juga bakal mengecek posisi produksi hingga distribusi yang berjalan.

Adapun diketahui rata-rata harga sudah di atas Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg. Sebagai contoh di Jakarta, Minyakita sudah dihargai hingga Rp 17 ribu per liter. Begitu pula di Jawa Barat dan Banten yang dihargai antara Rp 15 ribu per liter hingga Rp 16 ribu per liter.

"Kami akan berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengetahui bagaimana stok dan produksi minyak goreng curah dan kemasan sederhana serta distribusinya. Apakah ada hambatan atau yang perlu diketahui mengenai kelangkaan," kata Mulyawan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement