Rabu 25 Jan 2023 11:31 WIB

Tahun Ini, Hutama Karya Garap Enam Proyek Strategis Gedung

Enam proyek gedung ini ditargetkan selesai pada semester dua tahun ini.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Hutama Karya. PT Hutama Karya (Persero) pada tahun ini akan menyelesaikan enam proyek gedung yang masuk dalam proyek strategis.
Foto: Hutama Karya
Hutama Karya. PT Hutama Karya (Persero) pada tahun ini akan menyelesaikan enam proyek gedung yang masuk dalam proyek strategis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) pada tahun ini akan menyelesaikan enam proyek gedung yang masuk dalam proyek strategis. Enam proyek gedung ini ditargetkan selesai pada semester dua tahun ini.

Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi menjelaskan, enam proyek gedung tersebut yakni Proyek Pembangunan Gedung Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe (Aceh), Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung (Jawa Barat), Geodiversitas LIPI di Kebumen (Jawa Tengah), RS Ibu & Anak Sanglah II di Bali, RS Ibu & Anak Sardjito Yogyakarta (DIY) hingga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toba di Sumatra Utara.

Baca Juga

"Kami targetkan proyek ini selesai pada semester dua tahun ini. Target kami bukan hanya selesai tepat waktu tapi juga memberikan kualitas gedung yang terbaik," ujar Gunadi dalam siaran persnya, Rabu (25/1/2023).

Gunadi menambahkan, dari enam proyek tersebut salah satu proyek yang memiliki progres paling signifikan saat ini adalah proyek gedung kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe di Aceh. Proyek yang dimulai sejak Agustus 2021 ini sudah memiliki progres 40 persen.

Saat ini proyek tersebut sedang dilakukan pengerjaan struktur baja rangka atap dan finishing arsitek, dengan lingkup pekerjaan meliputi arsitektur, mekanikal, engineering, plumbing, serta site development. Proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2023.

Sementara itu, proyek lain yang memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi adalah Proyek Tower Menara Telekomunikasi Turyapada di Kabupaten Buleleng, Bali. Hal ini dikarenakan struktur lapisan tanah yang berbatu sehingga butuh perhatian khusus saat proses pekerjaan galian tanah.

"Kami sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk percepatan konstruksinya seperti pemanfaatan teknologi Building Information Modelling, penguatan sinergitas dengan masyarakat sekitar, tokoh-tokoh masyarakat dan tenaga kerja lokal," ujar Gunadi.

Pada 2023, Hutama Karya menargetkan beberapa kontrak baru senilai Rp 3,621 triliun dengan jumlah 10 non-KSO dan empat proyek KSO. "Kami sudah membidik dan mempersiapkan tender-tender proyek seperti beberapa rumah sakit, universitas, gedung perkantoran hingga stadion olahraga," tambah Gunadi.

Hutama Karya bukan hanya mengejar target pendapatan, tapi juga berkomitmen dalam menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah serta pemilik dalam memperhatikan dan mengutamakan aspek keselamatan dan lingkungan. Hutama Karya akan mengoptimalkan sumber daya yang terbaik dalam menyelesaikan proyek.

Hutama Karya yakin dapat memberikan pekerjaan dengan mutu yang baik serta waktu yang sesuai yang tertuang dalam kontrak. "Kami harap tahun ini proyek gedung dapat berkontribusi optimal terhadap pendapatan perusahaan," Gunadi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement