Selasa 24 Jan 2023 19:41 WIB

Sepanjang 2022, Investasi Luar Jawa Mendominasi 52,7 Persen

Aliran investasi luar Jawa terbesar yakni ke Sulawesi Tengah sebesar Rp 111,2 triliun

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Foto udara pembangunan kembali jalan yang rusak akibat bencana gempa dan likuefaksi di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (13/9/2022). Sejumlah proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut terus berjalan dan beberapa diantaranya telah selesai jelang empat tahun bencana gempa, likuefaksi dan tsunami melanda wilayah Palu, Sigi dan Donggala.
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Foto udara pembangunan kembali jalan yang rusak akibat bencana gempa dan likuefaksi di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (13/9/2022). Sejumlah proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut terus berjalan dan beberapa diantaranya telah selesai jelang empat tahun bencana gempa, likuefaksi dan tsunami melanda wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanaman investasi di luar Jawa kembali mendominasi kegiatan investasi sepanjang tahun 2022. Capaian tersebut melanjutkan tren 2021 lalu dengan investasi luar Jawa telah melampaui investasi di Jawa.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan total realisasi investasi 2022 sebesar Rp 1.207,2 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai investasi Jawa sebesar Rp 570,9 triliun dan nilai investasi di luar Jawa tercatat tembus Rp 636,3 triliun.

Baca Juga

"Tahun 2021, investasi di Jawa sebesar 48 persen dari total invesatasi di luar Jawa 52 persen. Tahun 2022, investasi di Jawa 47,3 persen dan luar Jawa 52,7 persen," katanya dalam konferensi pers Paparan Kinerja Investasi 2022 BKPM, Selasa (24/1/2023).

Tak hanya itu, Bahlil menambahkan, perkembangan investasi baik di Jawa maupun luar Jawa sama-sama mengalami pertumbuhan. Nilai investasi di Jawa tahun 2022 tercatat meningkat 31,9 persen dari tahun lalu sedangkan luar Jawa tumbuh 35,9 persen.

Namun, jika dilihat lebih detail berdasarkan provinsi, aliran investasi terbesar masuk ke Jawa Barat senilai Rp 174,6 triliun. Posisi kedua dipegang oleh DKI Jakarta Rp 143 triliun baru disusul Sulawesi Tengah sebesar Rp 111,2 triliun.

Adapun posisi terbesar ke empat yakni di Jawa Timur senilai Rp 110,3 triliun dan kelima di Riau dengan nilai investasi Rp 82,5 triliun. Bahlil menambahkan, selama 2022 investasi paling banyak masuk ke industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp 171,2 triliun.

Kemudian disusul pertambangan sebesar Rp 136,4 triliun dan diikuti industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 134,3 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement