Kamis 19 Jan 2023 18:58 WIB

BI Proyeksikan Transaksi e-Commerce 2023 Tumbuh 12 Persen

BI menargetkan adanya pertumbuhan transaksi e-commerce pada 2023.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono menjelaskan mengenai transaksi e-commerce yang menurun pada 2022 dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan, Kamis (19/1/2023)
Foto: Dok. Republika
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono menjelaskan mengenai transaksi e-commerce yang menurun pada 2022 dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan, Kamis (19/1/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menargetkan adanya pertumbuhan transaksi e-commerce pada 2023. Berdasarkan data sementara BI, transaksi e-commerce pada 2022 meleset dari target.

"Dikejar terus targetnya. Kami juga harapkan pada 2023, e-commerce diperkirakan masih tumbuh 12 persen," kata Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dalam konferensi pers, Kamis (19/1/2023).

Baca Juga

Tak hanya transaksinya, Doni menuturkan, dari sisi nominal dan volume juga diproyeksikan masih meningkat pada 2023. BI optimistis nominal dan volume transaksi e-commerce bisa tumbuh 17 persen.

Di sisi lain, Doni menyebut berdasarkan data tren digitalisasi dari Dana Moneter Internasional (IMF), Indonesia menjadi salah satu negara yang pertumbuhan e-commerce-nya tertinggi di dunia selama pandemi Covid-19. "Ada dua negara pertumbuhannya 50 dan 60 persen itu hanya Indonesia dan Singapura," ujar Doni.

 

Doni menyampaikan, pertumbuhan e-commerce di China hanya di bawah 20 persen. Lalu Jepang di bawah 30 persen dan Amerika Serikat di bawah 30 persen.

"Perkembangan e-commerce sangat luar biasa di Indonesia," ucap Doni.

Berdasarkan data sementara Bank Indonesia (BI), transaksi e-commerce pada 2022 hanya mencapai Rp 476,3 triliun. Sementara, BI menargetkan, transaksi e-commerce 2022 bisa mencapai Rp 489 triliun. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement